bintangsulut.com – Bolmong, Terpilih secarah aklamasi ketua IP3A di DI Kasinggolan pada hari Rabu 16 September 2026 kemarin, Ir. Jems Tuuk di daulat oleh 48 P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air).
Sebelumnya ketua IP3A di pimpin oleh Suardi Baderan.
Kepada awak media Jems Tuuk mengatakan Proses Pemilihan ketua IP3A ini telah sesuai dengan AD/ART, jadi’ Sah sesuai aturan organisasi.

Ini adalah sebuah kehormatan yang diberikan oleh keluarga besar para bapak-ibu petani sawah di dataran Dumoga sekaligus kerja keras untuk melobi pemerintah daerah dan pusat kedepan, Ujar JJT panggilan akrabnya.
Lanjut Tuuk, sebagai pengurus baru yang dipercayakan dari kawan-kawan P3A dan GP3A kepada saya. Dan, ini adalah amanah yang harus saya laksanakan agar IP3A Kasinggolan lebih maju juga tertib. IP3A akan menjadi mitra strategis semua pihak, baik pihak swasta maupun pemerintahan,” kata Tuuk.
Menurutnya, sebagai organisasi yang bergerak di sektor pangan segar (Padi/beras) IP3A harus menjadi mitra strategis semua pihak. Terutama yang berkaitan dengan soal Persawahan.
Sedangkan Program kerja utama Saya adalah
Meningkatkan pendapatan Petani dengan cara meningkat produktifitas Gabah, agar SULUT bisa swasembada Beras kedepan.
Saya menyampaikan terimah kasih atas kepercayaan ini, Tuhan pasti menolong kita semua, dukungan Doa dan keaktifan bapak/ibu menjadi harapan saya kedepan, Amin. tutupnya.
Rapat Pemilihan ini dilakukan oleh panitia, terdiri empat orang, dan diLangsungkan acarah serah terima jabatan dari Suardi Baderan ke Ir. Jems Tuuk
Hadir dalam kegiatan tersebut, Suardi Baderan, ketua GP3A II Alfons Aleng, Kordinator Pengamat DI Kasinggolan, dan seluruh petani yang tergabung.

Tuuk Uraikan Tugas dan Tanggungjawab
Tugas dan tanggung jawab IP3A (Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air) berpusat pada pengelolaan, pembagian, dan pemeliharaan sistem irigasi pada satu Daerah Irigasi (DI) secara utuh, mulai dari bagian utama hingga ke sawah-sawah petani.
Sebagai organisasi payung yang membawahi GP3A (Gabungan P3A) dan P3A di tingkat desa, IP3A memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan air mengalir adil dan infrastruktur pertanian tetap terjaga.
Berikut adalah rincian tugas dan tanggung jawab utama IP3A:
1. Pengelolaan dan Pembagian Air Irigasi
• Mengatur Jadwal Giringan Air: Menyusun rencana dan jadwal pembagian air (sistem giringan) ke setiap wilayah teritori irigasi, terutama saat musim kemarau agar tidak terjadi perebutan air antarpetani.
• Menjaga Keadilan Distribusi: Memastikan air terbagi secara proporsional dan adil dari jaringan primer dan sekunder hingga sampai ke jaringan tersier (tingkat sawah).
2. Pemeliharaan dan Perbaikan Infrastruktur
• Operasional dan Pemeliharaan (O&M): Melakukan perawatan rutin pada bangunan bagi, pintu air, dan saluran irigasi utama di wilayah kerjanya.
• Gotong Royong (Kerja Bakti): Menggerakkan para petani dan pengurus di bawahnya untuk membersihkan sedimen lumpur, rumput liar, atau sampah yang menyumbat aliran air.
• Rehabilitasi Kerusakan Kecil: Memperbaiki kerusakan-kerusakan skala kecil pada tanggul atau pintu air secara mandiri menggunakan kas organisasi.
3. Jembatan Aspirasi dan Koordinasi
• Penghubung dengan Pemerintah: Menjadi penyambung lidah petani untuk berkoordinasi dengan pemerintah, seperti Balai Wilayah Sungai (BWS) selaku pengelola pusat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan, dan Dinas Pertanian.
• Mengajukan Bantuan: Menyampaikan usulan perbaikan berat (rehabilitasi total) jika ada infrastruktur bendungan atau saluran primer yang jebol dan tidak mampu diperbaiki sendiri oleh petani.
• Sinkronisasi Pola Tanam: Berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk menentukan pola tanam (misalnya padi-padi-palawija) yang sesuai dengan ketersediaan debit air.
4. Manajemen Organisasi dan Penyelesaian Konflik
• Menyelesaikan Sengketa Air: Menjadi mediator jika terjadi konflik atau perselisihan antarpetani atau antar-desa terkait pengambilan air irigasi.
• Mengelola Keuangan: Menghimpun dan mengelola iuran swadaya dari para anggota (petani) yang digunakan kembali untuk biaya operasional dan perawatan jaringan irigasi.
Ir. Julius Jems Tuuk adalah seorang tokoh politik dan birokrat asal Bolaang Mongondow yang dikenal sebagai sosok legislator vokal pembela hak rakyat kecil (wong cilik).
Sepanjang karier politiknya di Sulawesi Utara, ia mencatatkan berbagai posisi strategis serta penghargaan atas dedikasinya.
Berikut adalah daftar jabatan dan prestasi penting yang pernah dan sedang diemban oleh Ir. Julius Jems Tuuk:
Riwayat Jabatan Strategis
◦ Tim Khusus Gubernur Sulawesi Utara: Dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Ketua Tim Ahli Pemerintah untuk membantu merumuskan kebijakan pro-rakyat di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus.
◦ Anggota Tim Perumus RT/RW dan RPJMD Sulawesi Utara: Terlibat aktif dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara.
◦ Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Dua Periode):Menjabat sebagai Anggota DPRD Sulut Periode 2014–2019.Terpilih kembali untuk Periode 2019–2024 melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara 4 (Bolaang Mongondow Raya) dengan perolehan 14.422 suara. [1]
Daftar Prestasi dan Penghargaan
• Meraih Penghargaan Forward Award (3 Kali): Diapresiasi secara luas oleh komunitas jurnalis dan pengamat politik sebagai salah satu Legislator Terbaik di DPRD Sulawesi Utara berkat integritas, konsistensi, dan keaktifannya dalam mengawal aspirasi masyarakat.
• Pejuang Hak Masyarakat Ekonomi Lemah: Dikenal luas memiliki rekam jejak kuat dalam mengadvokasi para petani (termasuk jaringan perkumpulan pemakai air/IP3A) dan memperjuangkan regulasi yang berpihak pada ratusan ribu penambang rakyat di wilayah Sulawesi Utara.
• Integritas Politik yang Tinggi: Diakui oleh para pengamat politik lokal sebagai figur yang vokal, berani berdebat demi kepentingan daerah, serta konsisten menjaga kedekatannya dengan konstituen di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan