bintangsulut.com – Jakarta,

Melky Jakhin Pangemanan (MJP), yang menjabat sebagai Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, memiliki rekam jejak yang luas dalam memberikan pembekalan serta menjadi narasumber (narsum) bagi para kader partai.

Sebagai salah satu pimpinan pusat di DPP PSI yang berfokus pada pembinaan fraksi, ia sering memimpin berbagai agenda strategis partai di Jakarta, termasuk melakukan evaluasi berkala bagi anggota DPRD dari berbagai daerah serta membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) legislatif secara resmi.

Kehadirannya sebagai narasumber dalam agenda pengaderan, seperti Sekolah Kader, merupakan tugas dari ketua umum partai Kaesang Pangarep untuk memastikan seluruh struktur dan kader, termasuk di wilayah Jakarta Barat, memahami ideologi, nilai-nilai dasar (DNA) PSI, serta fungsi pengawasan legislatif yang optimal

Hari jumat (11/9) Pangemanan hadir dan memberikan materi dalam kegiatan “Sekolah Kader PSI Jakarta Barat ”. Berdiskusi, berbagi pengalaman, sekaligus menguatkan kembali semangat perjuangan untuk menghadirkan politik yang dekat dengan masyarakat dan berorientasi pada solusi.

Menjadi kader bukan sekadar memahami politik, tetapi juga menyiapkan diri untuk melayani, bekerja dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kaderisasi adalah investasi penting untuk membangun politik yang sehat dan berintegritas.

Mari terus belajar, bertumbuh dan bergerak bersama. Karena perubahan membutuhkan kader-kader yang siap mengambil, tutup pria asal Sulawesi Utara ini.

Tujuan utama dari Sekolah Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah untuk melahirkan kader partai yang kompeten, berintegritas, dan siap menjadi jembatan solusi bagi masyarakat.
Sebagai pilar pendidikan politik internal partai, Sekolah Kader PSI memiliki beberapa tujuan spesifik, di antaranya:
• Menanamkan Nilai Dasar (DNA) PSI: Memastikan seluruh pengurus, anggota legislatif, dan calon anggota legislatif (caleg) memahami secara mendalam visi, misi, serta dua DNA utama PSI, yaitu kebajikan (anti-korupsi) dan keragaman (anti-intoleransi).
• Meningkatkan Kompetensi dan Kesiapan Politik: Membekali kader dengan pemahaman mendalam mengenai strategi perjuangan partai, fungsi pengawasan legislatif, dan keterampilan politik agar tidak hanya bermodalkan niat baik saat terjun ke masyarakat.
• Menjaga Integritas Pengurus dan Caleg: Membentuk basis kader yang bersih dari korupsi. Dalam pelaksanaannya, PSI juga kerap berkolaborasi dengan lembaga seperti KPK untuk memberikan pembekalan teknis mengenai pemahaman politik cerdas dan berintegritas.
• Penyelarasan Langkah Partai: Menjadi ruang diskusi strategis untuk menyamakan visi di berbagai tingkatan wilayah (seperti wilayah Jakarta Barat atau Jakarta Selatan) demi menghadirkan solusi yang nyata bagi konstituen.
• Penyaringan Kader Potensial: Hasil atau kelulusan dari program Sekolah Kader ini sering dijadikan salah satu indikator dan bahan pertimbangan penting bagi DPP PSI dalam menentukan nomor urut caleg maupun penugasan strategis di internal partai

peran.#MelkyJakhinPangemanan#MJP#KetuaDppPsi#PSI#partaisolidaritasindonesia