bintangsulut.com – Sulawesi Utara, Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP) di kompleks Christian Mission Center (CMC) GMIM sedang diproses secara intensif oleh Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara (Sulut).
Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan kasus tersebut,
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek MEP yang berada di bawah wewenang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulut memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp23,8 miliar dengan nomor kode tender 14258173.
Proyek ini masuk ke dalam radar penegak hukum karena terindikasi adanya penyimpangan penggunaan anggaran.
Sehingga APH melakukan Pemeriksaan secarah Maraton ke sembilan (9) Pejabat Pemprov Sulut.
Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut telah melakukan pemeriksaan maraton selama sekitar 12 jam (dari pukul 10.00 hingga 22.00 WITA) terhadap sembilan pejabat dan mantan pejabat tinggi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Mereka dimintai keterangan terkait proyek MEP tersebut.
Inilah Daftar pejabat yang diperiksa meliputi:
Clay Dondokambey, Steve Kepel, Fransiscus Manumpil, Denny Mangala, Jun Silangen, Flora Krisen, Elvira Katuuk, Deasy Paat dan mantan kepala Inspektorat Mecky Onibala.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan para saksi untuk mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan dan menentukan status hukum selanjutnya.
Ditempat terpisah saat wartawan bintangsulut.com melakukan pembicaraan via telpon dengan mantan kepala Inspektorat ini, Mecky Onibala mengatakan dirinya dipanggil oleh APH keterkaitan dengan kasus MEP, sebagai warga indonesia harus hormati proses hukum, Maka disaat ada surat panggilan, Saya wajib datang memberi keterangan sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh bapak-bapak polisi yang bae-bae, kata Onibala.
Lanjut Onibala dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan penyidik, semuanya saya tidak tahu, karena pergesaran anggaran yang dilakukan oleh tim anggaran saya tidak tau, waktu itu dalam pembahasan memang saya tidak hadir, beber Onibala.
Ditambahkanya pula, selama sepuluh (10) jam itu, kami disediakan makan dan minum oleh penyidik, yaa…. semua berjalan baik, nyaman dan enak, tutup mantan birokrat ulung ini.
Berdasarkan data resmi Data LPSE, proyek Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) Christian Center/Mission Center GMIM ini dilelang menggunakan anggaran APBD Tahun 2024.
Proses tender dan pelaksanaan proyek dengan kode tender 14258173 ini diproses mulai dari tanggal 9 Maret 2024 sampai 8 April 2024
.

Tinggalkan Balasan