bintangsulut.com – Kepedulian pada rakyat Sulawesi Utara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Felly Estelita Runtuwene melakukan lobi kemanusian terhadap dua (2) pengusaha tajir dijakarta yakni Proyogo Pangestu dan Peter F Gontha, agar dapat berbagi berkat bagi warga Manado yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, alhasil ribuan paket bole diberikan dan sementara disalurkan oleh ibu Felly Runtuwene dan tim.
Begitu pula dengan mitra kerja dari komisi 9 yakni instansi vertikal BKKBN Sulawesi Utara selalu mensuport tugas dan tanggungjawab ketua komisi tersebut.

Sampai saat ini Runtuwene masih pro aktif dalam menyalurkan bantuan kepada warga Sulawesi Utara yang terdampak dari bencana alam Banjir dan tanah longsor di Kota Manado bahkan senin hari ini, Runtuwene akan menyalurkan bantuan ke Kabupaten Minahasa utara tepatnya di perumahan permata Kelabat paniki atas.
Ketua Komisi IX DPR-RI besutan Partai Nasdem itu diketahui sudah kesekian kalinya kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat Sulawesi Utara. Oleh karena kepeduliannya kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor Ketua Komisi IX itu pun tetap menyempatkan waktu ditengah kesibukannya.

Pada Minggu (12/2), Felly Runtuwene kembali mendatangi Korban Banjir di Kota Manado dengan membawahkan bantuan berupa paket bagi mereka yang membutuhkan dan dalam kunjungannya kali ini ia mendatangi korban banjir di 5 titik.
Saat turun menyalurkan bantuan, Felly Estelita Runtuwene didampingi Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Nasdem Yanti Kumendong, Ivana Kaligis dan Ricky Lomboan.
Adapun kelima titik tersebut sebagai berikut:
– Lingkungan IV, Kelurahan Dendengan Dalam, Kecamatan Paal 2, Kota Manado.
– Lingkungan VII, Kelurahan Banjer.
– Lingkungan II, Kelurahan Paal 2.
– Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala.
– Kelurahan Mapanget
Dalam menyalurkan bantuan Felly Estelita Runtuwene selalu meminta waktu untuk mensosialisasikan fungsinya bersama mitra kerja komisi IX DRP RI.

Seperti halnya dalam memperjuangkan hak rakyat dari segi pelayanan kesehatan, ia mengutarakan bahwa hingga saat ini mereka di Komisi IX bersama Kementerian kesehatan sedang menggodok mengenai aturan BPJS Kesehatan yang akan dijadikan satu kelas. Walaupun juga ia mengakui bahwa masih ada saja masyarakat yang tidak suka BPJS kesehatan dijadikan satu kelas.

Namun menurutnya dalam pembahasan itu yang tak kalah penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana tingkat pelayanan kesehatan itu sendiri. Karena ia masih banyak mendapat laporan bahwa ada pasien yang terlambat dilayani dan berbagai persoalan pelayanan dibidang kesehatan.
“Saya pernah menemui ada pasien yang seharusnya belum bisa pulang tapi diharuskan pulang dan nanti dirawat dirumah. Nah, ini yang harus kita perjuangkan untuk pelayanan medisnya.” Ungkap Felly di Kelurahan Dendengan Dalam, Kota Manado.

Mengenai pelayanan kesehatan ia juga telah berdiskusi langsung dengan Kementerian kesehatan dan ia mengatakan, “Saya sudah komunikasi dengan Kementerian Kesehatan bahwa jangan setengah-setengah dalam membantu masyarakat.” Ujar Runtuwene.

Diluar sosialisasi mengenai fungsinya dengan mitra kerja komisi IX, Felly Estelita Runtuwene pun mengatakan bahwa dirinya juga dalam membantu warga kota manado yang terdampak banjir dan tanah longsor masih menjadi PR karna hingga saat ini masih terus menyalurkan bantuan.
Awalnya ia mengira bahwa hanya ada 40an titik saja yang benar-benar perlu dibantu, tapi sejauh ini dirinya sudah mendekati 50an titik lokasi yang ia salurkan bantuan korban banjir dan tanah longsor.

“Masih ada PR bagi saya karena waktu lalu ada satu minggu lebih, ternyata masih banyak titik yang belum saya kunjungi.” Tuturnya.
Perlu diketahui juga, Bantuan yang disalurkan pada hari minggu itu berjumlah 488 Paket ditambah 200 Selimut dan Tikar.

Adapula Ketua Komisi IX DRP RI itu menjelaskan, bahwa bantuan tersebut bukan semata berasal dari dirinya, melainkan ia berkoordinasi dengan mitra kerja seperti BKKBN dan dengan para pengusaha-pengusaha yang mau membantu seperti perusahan Barito ownernya Prayogo Pangestu, dan Melchore ownernya Peter Gontha.

“Saya berpikir kalau saya sendiri sedikit cakupan yang bisa kita bantu, tapi kalau kita gerakkan orang lain atau lembaga/badan pasti akan lebih. dan Puji Tuhan kita masih di dengar, jadi kita mendapat bantuan.” Jelas Ibu Felly sapaan akrabnya.

Tinggalkan Balasan