“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”(Matius 6:33 TB)
“Hanya satu saja yang perlu.”(Lukas 10:42 TB)
Dunia hari ini membuat manusia sibuk seperti alarm yang tidak pernah berhenti berbunyi.
Scroll. Buka notifikasi. Balas chat. Kejar target. Upload story. Takut tertinggal tren. Takut dianggap gagal. Takut tidak relevan.
Semua terasa mendesak. Semua terasa penting. Bahkan hal-hal kecil dipoles seolah menentukan harga diri manusia.Ironisnya…
saat semua terasa penting, justru tidak ada lagi yang benar-benar penting.
Kita hidup seperti Marta dalam Lukas 10. Sibuk melayani, sibuk bergerak, sibuk melakukan banyak hal untuk Tuhan… tetapi hati mulai kehilangan Tuhan itu sendiri.
Marta tidak sedang berbuat dosa besar. Ia tidak mabuk. Tidak mencuri. Tidak memberontak kepada Tuhan. Ia hanya terlalu sibuk.
Dan itu yang berbahaya. Karena iblis tidak selalu menghancurkan manusia lewat kejahatan.
Kadang ia cukup membuat manusia terlalu penuh sampai tidak punya ruang lagi untuk mendengar suara Tuhan.
Terlalu penuh jadwal, target, distraksi.Terlalu penuh kebisingan. Sampai jiwa menjadi seperti meja kerja berantakan: semua ada di sana… kecuali damai.
Lucunya, manusia modern sering merasa dirinya produktif, padahal sebenarnya hanya terdistraksi dengan cara yang terlihat keren.
Kita menyebutnya “multitasking”. Padahal sering kali itu cuma hati yang tidak pernah benar-benar hadir di mana pun.
Berdoa sambil cek notifikasi. Ibadah sambil memikirkan deadline. Makan bersama keluarga sambil scrolling video orang lain yang bahkan tidak mengenal kita.Tubuh ada di satu tempat. Pikiran di tempat lain. Jiwa entah tertinggal di mana.Yesus berkata kepada Marta,
“Engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu. ”(Lukas 10:41-42 TB) Perhatikan kalimat itu.
Yesus tidak berkata semua hal itu tidak penting. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa ada PRIORITAS yang lebih tinggi daripada semuanya.
Karena HIDUP TANPA PRIORITAS ROHANI AKAN MEMBUAT ORANG KEHILANGAN ARAH WALAUPUN TERLIHAT SIBUK BERGERAK.
Hari ini banyak orang kelelahan bukan karena kerja terlalu berat… tetapi karena hati mereka mencoba memeluk terlalu banyak hal sekaligus. Mereka takut kehilangan peluang. Takut kehilangan pengakuan. Takut kehilangan validasi.
Akhirnya hidup berubah seperti tab browser yang terbuka 40 sekaligus: ramai, panas, melelahkan… lalu crash.
Dan di tengah semua kebisingan itu, Tuhan sering hanya meminta satu hal sederhana,
“Duduk dekat Aku. ”Bukan karena Tuhan butuh perhatian kita.Tetapi karena jiwa manusia tidak dirancang hidup tanpa pusat.
Kalau uang jadi pusat, kita akan rakus. Kalau popularitas jadi pusat, kita akan haus pujian. Kalau pasangan jadi pusat, kita akan posesif. Kalau pekerjaan jadi pusat, kita akan kehilangan diri sendiri.
Tapi saat Kristus menjadi pusat… semua hal lain menemukan tempatnya yang benar.Itulah sebabnya Yesus berkata,
“Carilah dahulu Kerajaan Allah…”“Dahulu” berarti prioritas pertama. Bukan sisa waktu. Bukan kalau sempat. Bukan setelah semuanya selesai. Karena kenyataannya, pekerjaan tidak pernah selesai.
Dunia selalu menemukan cara baru untuk membuat manusia sibuk. Dan banyak orang baru sadar saat hidupnya runtuh: mereka terlalu sibuk menjaga semuanya… sampai lupa menjaga jiwanya sendiri.
Hari ini Tuhan tidak sedang meminta hidupmu sempurna. Tuhan hanya sedang memanggil perhatianmu kembali. Kembali menaruh Dia di pusat, diam tanpa kebisingan, membaca firman tanpa terburu-buru, berdoa bukan sekadar rutinitas.
Sebab jiwa yang jauh dari Tuhan bisa tetap aktif… tetapi perlahan kosong di dalam.
Hari ini…Tanya dirimu dengan jujur: Apa yang paling banyak memenuhi pikiranku akhir-akhir ini? Apakah itu membawa aku lebih dekat kepada Tuhan… atau justru menjauh perlahan tanpa sadar?
Datang kembali kepada Yesus.Tidak semua hal harus kamu genggam sekaligus.
Ada hal-hal yang memang perlu dilepaskan supaya jiwamu bisa bernapas lagi dengan damai.

Tinggalkan Balasan