Bintangsulut.com – Rohani, Banyak gereja sibuk menghitung kursi yang terisi, tetapi lupa memperhatikan hati yang perlahan mati.Kita panik saat jemaat pergi, tetapi sering tenang saat mereka hadir tanpa kasih mula-mula.

Kita takut kehilangan jumlah, tetapi tidak takut kehilangan hadirat Tuhan.

Masalah gereja sering bukan saat orang keluar dari pintu—tetapi saat mereka sudah lama hilang secara rohani, meski tubuhnya masih duduk di bangku ibadah.

Tuhan tidak hanya memanggil gereja untuk ramai. Tuhan memanggil gereja untuk hidup.

Wahyu 2:4 berkata, “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

”Ini peringatan keras: mungkin aktivitas tetap jalan, pelayanan tetap penuh, liturgi tetap rapi—tetapi hati sudah jauh.

Jemaat bisa pergi karena luka, Jemaat bisa pergi karena dunia, Jemaat bisa pergi karena gereja gagal menggembalakan.

Tetapi yang paling berbahaya adalah ketika gereja tidak merasa ada yang salah.

Hari ini Tuhan sedang menegur: Jangan hanya kejar pertumbuhan angka, Periksa mezbahmu, Periksa kasihmu, Periksa apakah gereja masih menjadi rumah pemulihan… atau hanya panggung keagamaan.

Jika gereja kehilangan kasih, yang lelah tidak akan menemukan pelukan, Jika gereja kehilangan kebenaran, yang tersesat tidak akan menemukan jalan.

Jika gereja kehilangan Roh Kudus, yang ada hanya keramaian tanpa kebangunan.

Ini waktunya bertobat. Kembali menggembalakan, bukan sekadar mengelola. Kembali memuridkan, bukan sekadar mengumpulkan. Kembali mengejar hati, bukan hanya kehadiran.

Sebab gereja yang sehat bukan gereja yang paling penuh, tetapi gereja yang paling setia menjaga hati tetap menyala bagi Kristus.

Renungkan: Apakah kita sedang membangun kerajaan Tuhan… atau hanya mempertahankan sistem? Jangan tunggu bangku kosong baru sadar ada jiwa yang lama tidak pernah sungguh diperhatikan.