BINTANGSULUT.COM – Manado, Dr. Flora Pricila Kalalo SH MH mengatakan Rektor Unsrat Ellen Kumaat, panitia dan pimpinan senat secara masiv melakukan tindakan tak terpuji yaitu mengganjal saya, saat tahapan pemilihan Rektor Unsrat, dan tentunya proses ini, akan saya tempuh lewat jalur hukum, kata Flora Kalalo kepada awak media saaat jumpa pers kamis 17 November 2022 di Rumah Kopi ternama dikota Manado.
“Jadi, sampe hari ini, saya tidak mendapatkan surat resmi dari panitia ataupun dari senat bahwa saya tereliminasi dalam pencalonan rektor Universitas Sam Ratulangi.
“Saya mendapatkan informasi dari para anggota senat yang kebetulan ikut dalam rapat pleno tersebut, dan saya juga mendapat info dari teman-teman media yang sudah memberitakan dan mendapat informasi langsung dari pihak rektorat.” Ungkapnya.
“Saya melihat kondisi yang ada sekarang ini sangat memprihatinkan, mengapa ? Karena proses yang berlangsung sudah dua kali, tetap menimbulkan problem dan masalah. Lalu, ada isu-isu yang tidak baik terkait dengan suap dan sekarang muncul lagi perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan dengan perundang-undangan.”
“Saya akan menempuh jalur hukum, saya sudah mempersiapkan proses untuk menempuh jalur hukum.” Tegas Kalalo.
Saya tidak berpikir bahwa pencalonan rektor ini adalah sebuah pertempuran atau sebuah tujuan yang sangat-sangat harus berkompetisi seperti ini, sebuah pertandingan.
Tapi saya lebih mengambil makna dari proses ini, yaitu proses yang saya mau kedepankan bagaimana menegakan aturan sebagaimana ilmu yang saya pelajari dari disiplin ilmu hukum.
Saya ingin menegakan aturan itu dan mendapatkan keadilan, dan terutama dari pemberitaan-pemberitaan yang ada.”
“Informasi-informasi dari pihak rektorat sangat memojokkan saya, dan saya butuh untuk mengambil momen ini melalui jalur hukum saya ingin mengklarifikasi dan Saya berharap nanti penegak hukum bisa menjadi garda terdepan untuk mendapatkan keadilan ini untuk bisa memberikan perhatian ketika seorang seperti saya dalam hal ini PNS (Pegawai Negeri Sipil) dizolimi dengan sebuah skenario besar yang nanti masyarakat luas bisa melihat.
“Nanti bagaimana saya memberikan sebuah pandangan hukum, nanti kita akan lihat bagaimana Negara kita membingkai ini dalam sistem hukum yang ada pasti memberikan perlindungan dan proses yang ada pada pemilihan rektor ini betul-betul menginjak-injak marwah hukum itu sendiri ketika mereka mengabaikan undang-undang yang sudah memberikan perlindungan pada masyarakat.
“bagaimana ketika kita mengalami problem yang ada kaitan dengan saya yang terkait dengan mereka mengatakan ada saksi dan lain sebagainya. Saya ingin melihat bagaimana nanti kita akan buktikan tutup Kalalo

Tinggalkan Balasan