BINTANGSULUT.COM – Manado, Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Kepala Balai Hendro Satrio telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan jembatan Kairagi di kota Manado provinsi Sulawesi Utara.
Pembangunan jembatan yang telah dilakukan dan penyelesaianya pada empat hari yang lalu merupakan hadiah Hari kemerdekaan NKRI ke 77 tahun bagi Gubernur dan wakil Gubernur Olly Dondokambey-Steven Kandou juga walikota Manado Andrei Angouw, kata Hendro Satrio kepada wartawan bintangsulut.com saat dilokasi peresmian.
Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.
Dalam sambutanya Gubernur Olly Dondokambey mengatakan jembatan tersebut bisa dipergunakan seluas-luasnya oleh Masyarakat serta juga dirawat oleh masyarakat itu sendiri agar jembatan dapat bertahan lama penggunaanya kata Dondokambey.
Begitu pula Hendro Satrio saat diwawancarai seusai peresmian, Selasa (16/8) mengaku bersyukur karena jembatan tersebut sudah bisa di nikmati oleh masyarakat. Apalagi Gubernur secara langsung meresmikannya.
Kepada wartawan, Hendro Satrio berharap jembatan tersebut bisa berdampak bagi masyarakat sekitar dalam melaksanakan aktivitas.
Secara teknis Hendro Satrio menyebut bahwa jembatan tersebut dikhususkan untuk pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua.
“Karena lebar hanya 1,8 meter maka jembatan ini hanya untuk pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua. Saya berharap jembatan ini bisa menjadi penunjang aktivitas masyarakat,” Ungkap Hendro
Adapun, diharapkan Hendro Satrio jika nantinya dalam pelaksanaan jembatan tersebut tidak mengalami kerusakan. Jika nanti ada kerusakan, Hendro berharap masyarakat atapun pemerintah setempat dapat melaporkan kepada BPJN untuk ditindak-lanjuti kerusakannya.
Sementara itu, Lurah Kairagi Weru, Grace Wullur mengaku bersyukur karena jembatan gantung tersebut bisa selesai. Dirinya menyebut bahwa memang jembatan gantung tersebut sangat diharapkan kehadirannya.
“Jadi di Kairagi Weru Lk V ini sekitar 80-an Kepala Keluarga yang sangat membutuhkan alternatif jalan ini. 80-an KK yang jumlah penduduknya sekitar 302 jiwa ini membutuhkan jembatan ini karena memang sejak lalu masyarakat hanya menggunakan jembatan darurat yang hanya terbuat dari bulu, dan ini sangat berbahaya bagi masyarakat. Sedangkan untuk alternatif jalan lain harus melalui angkatan laut itupun sangat jauh dan harus dilewati dengan aturan dari angkatan laut. Maka dari itu, kami sangat berterima kasih atas pembuatan jembatan ini,” Terangnya.
Adapun, selain agenda peresmian tersebut, BPJN juga memberikan bantuan bahan natura kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Dijelaskan Hendro Satrio bahwa pelaksanaan ini serentak se Indonesia sebagai program Kementerian PUPR untuk masyarakat sekitar lokasi proyek.
“Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat,” Ucapnya.

Tinggalkan Balasan