Bintangsulut.com – Menado, Pernyataan Martin Daniel Tumbelaka anggota Komisi 3 DPR-RI, Empat hari 10 desember lalu yakni meminta pihak kepolisian untuk segera menutup seluruh tambang ilegal di wilayah Sulawesi Utara, bahkan komisi 3 telah bentuk panitia kerja (Panja) terkait tambang ilegal terlebih MDT panggilan akrabnya lebih tertuju khusus di Sulawesi Utara.

Pernyataan Anggota Dewan DPR-RI dapil Sulawesi Utara dari partai Gerindra ini memicu kemarahan warga tambang rakyat, Sulut.
Ketua Aliansi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Sulut, Ir. Julius Jems Tuuk memberi tiga analisa dari kicauan MDT itu.

Tuuk mengatakan membaca dan mendengar statement Anggota DPR RI MDT terkait tambang rakyat, melihat ada beberapa muatan dan aggenda Politiknya.

“Pertama, MDT lagi melakukan perlawanan Politik kepada Ketua DPD Gerindra Sulut Bapak Mayjen TNI Purnawirawan Yulius Selvanus Komaling. Untuk tes ombak,

Mencoba menancapkan pengaruh dengan melawan Ketua DPD sekaligus Gubernur terpilih paling demokratis di Sulut,” tegasnya.

Kedua kata Tuuk, diduga perusahan-perusahaan besar menggunakan MDT sebagai corong kepentingan untuk membasmi Penambang Rakyat Sulut

“Ketiga dan yang terpenting, MDT lagi menunjukan sikap jumawa dengan jurus Mentang Mentangnya, mengajak ribut Keluarga besar Penambang Rakyat yang jumlahnya lebih dari 350 ribu orang,” ungkap Politisi yang sangat peduli rakyat ini.

Sementara itu ketua DPD-Gerindra Sulawesi Utara Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus angkat bicara dan ketegasanya akhirnya muncul saat menanggapi, pernyataan Martin Tumbelaka.

Pasalnya, YSK dalam kampanyenya menjanjikan akan berdayakan tambang rakyat untuk jadi salah satu sumber Palendapatan Asli Daerah (PAD) bagi APBD Sulut.

Pernyataan MDT direspon garang oleh YSK, tanggapan YSK disampaikannya langsung dalam acara syukuran yang viral lewat video.

Dalam video tersebut, YSK menyatakan akan mem PAW karena pernyataan tersebut.

“Jangan main-main, tidak usah berkhianat sama rakyat,jelas ini. Saya PAW kau cepat-cepat,”tegas YSK yang disambut tepuk tangan riuh warga yang hadir.

Menurut YSK, Dirinya dalam kampanye berjanji sejahterakan rakyat justru ditakut-takuti.

“Ini kita kampanye mensejahterakan rakyat,memajukan tambang, malah menakut-nakuti pendulang,penambang, ini model apa ini. Saya panggil, saya PAW kau cepat. Kalau kau ingin PAW cepat, cepat kau datang. Jangan mentang-mentang, tak boleh begitu,”ucap YSK.

Selain itu, YSK mengajak warga untuk bersama memajukan daerah dengan melupakan perbedaan di Pilkada.

“Hari ini rakyat butuh kita,masyarakat butuh kita untuk mensejahterakan hidup mereka untuk memajukan Sulut, kita bergandeng tangan, walaupun apapun warnamu,kemarin tidak memilih,hari ini ayo bersama-sama kita majukan Sulut,”ungkap YSK.