bintangsulut.com – Peternak Menjerit Harga Daging Babi Anjlok dengan kematian ribuan ekor, tersebar di 15/kota, ketua Pemuda Pancasila Provinsi Sulawesi Utara Braien Waworuntu angkat bicara, ” Saya Minta Gubernur Olly Dondokambey Cepat Turun Tangan dan mengambil keputusan cepat mengantisipasi agar ternak babi di Sulut tidak mengalami bencana kematian yang lebih luas, Gubernur pengambil keputusan, kebijakan adalah otoritas pak Olly, kata BW panggilan akrabnya yang juga sebagai Pimpinan komisi satu DPRD provinsi Sulawesi Utara.

Harga Daging Babi di Sulawesi Utara kian merosot dan membuat para pengusaha peternak babi hanya bisa pasrah, bahkan ribuan babi telah mati, begitu pula lingkungan hidup mulai dirasahkan oleh masyarakat dimana bau menyengat dari bangkai babi.

Di beberapa Daerah di Minahasa Raya, Daging babi dijual obral dengan harga bervariasi, mulai dari 5 Kg daging babi dengan 100 ribu. Bahkan ada yang menjual 7 Kg/100 ribu. itu berarti per Kilonya 15 ribu rupiah.

Padahal harga Normal daging babi ada di kisaran 45 ribu sampai 65 ribu per kilonya.

Para peternak pun mengeluh anjloknya harga daging babi.

Jhon salah satu warga peternak dari Minahasa mengatakan ketidakberdayaan kami sebagai peternak sudah sangat terasa, harga jual bila dibandingkan dengan pembeliaan pakan sudah tidak balance lagi.

Dimana lagi tempat kami mengeluh, dengan keadaan sekarang, walaupun kami tau ada Gubernur, ada Bupati yang memiliki otoritas pengambilan keputusan dengan kasus kematian babi secara masiv, tolonglah kami bapak Gubernur, lihatlah kami, ungkap beberapa peternak babi kepada wartawan media ini pada hari kamis 20 juli 2023 kemarin.

“Apalah daya torang beli makanan babi somo riki talipa karena depe harga makanan mahal. Hele mo beli makanan ini so stengah mati mo cari dpe doi, Kong mo obral smpe bagitu depe hrga. Belum depe lelah tenaga kase makang pagi deng sore. Hele jual 45 ribu rasa rugi apa le kong so bgtu depe harga,” Keluh seorang peternak, Jumat (20/07/2023).

Melihat keluhan itu, ketua Pemda Pancasila juga sebagai Anggota DPRD Sulut Braien R.L. Waworuntu, SE meminta pemerintah provinsi Sulut dibawah pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw turun tangan.

“Hal ini menurut saya sudah mencekam, para peternak Babi sangat dirugikan dengan anjloknya harga daging,” Tegas BW.

Tak hanya itu, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulut itu juga mengkhawatirkan jika persoalan ini kian berlarut, akan berdampak di berbagai sektor.

“Berbagai sektor juga akan menerima dampak ini. Contohnya di sektor pertanian, Pangan dan lainnya. Pemerintah harus cepat menyikapi permasalahan ini dan segera carikan solusi kongkrit,” Jelas Pimpinan Komisi I DPRD Sulut itu.