BINTANGSULUT.COM – Amurang, Ketua komisi sembilan (9) DPR-RI Felly Estelita Runtuwene buka-bukaan terkait anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dialokasikan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan 15 kabupaten/Kota serta Puskesmas.

Anggaran 221 Miliar untuk Provinsi Sulawesi Utara ini, Sangat banyak dibandingkan dengan provinsi lainya, kata Runtuwene saat melakukan kegiatan masa reses dikelurahan Lewet kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.
Hal ini diutarakan Runtuwene dikarenakan ada warga yang bertanya secara langsung anggaran kesehatan, bahkan menurut warga pelayanan kesehatan ditingkat puskesmas tidak dilakukan secara baik kepada masyarakat, kata Yance Duran kepada ibu Felly Runtuwene saat tanya jawab.

Lanjut Durand ” Kalau sudah seperti ini, kami selaku Masyarakat tidak lagi dibodohi oleh Oknun Pemerintah dalam hal anggaran, keterbukaan informasi yang disampaikan oleh ibu ketua komisi 9, memberikan kami akses kritik kepada pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam hal pelayanan kesehatan, Salut dan bangga bagi ibu Felly ucap Duran merupakan tokoh Masyarakat kabupaten Minsel ini.
Ditambahkan Runtuwene Total DAK Kesehatan di Kementerian untuk 34 Provinsi berjumlah 23,2 Triliun yang diputuskan oleh DPR-RI lewat komisi sembilan (9). ” jujur saja, anggaran masuk didaerah tidak gampang ujarnya, kalau kita tidak mampu berargumentasi politik pasti mendapatkan porsi sedikit, Saya bersyukur, Saya dipercayakan oleh partai mendapatkan posisi ketua komisi, jadi saya mengajak saudara saudara dapat membantu saya, dengan topangan Doa, agar kerja Saya diberkati Tuhan dan sehat selalu kata Dia.

Begitu pula Runtuwene menegaskan “bila ada oknum yang dengan sengaja, melakukan tindakan tak terpuji dengan anggaran tersebut, maka oknum tersebut akan ditindak tegas, harus ada Punisment paling tidak diproses sesuai dengan aturan yang berlaku dinegara repoblik ini.
” Saya meminta pemerintah provinsi dan kabupaten kota agar menindak tegas oknum-oknum yang tidak menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya khususnya di bidang kesehatan baik itu dinas, Rumah sakit terutama puskesmas yang tidak menjalankan tugas dengan baik, tegas wanita yang berparas cantik ini.
“Jangan main-main dengan uang rakyat “
Ditambahkanya pula ” Pengelolaan administrasi dan pelayanan diaras puskemas harus ditingkatkan, apalagi saat ini ada warga yang mengeluh dengan pelayanan puskesmas, ini aspirasi yang saya dapat secara langsung dari masyarakat.

Kegiatan masa Reses ketua komisi sembilan ini didampangi langsung oleh tenaga ahli DPR-RI Fendy Ratulangi SH. MH.
Inilah rincian Pagu Anggaran DAK Fisik dan Non Fisik untuk Pemerintah Provinsi Sulaewesi Utara.
1. Alokasi Pagu Anggaran DAK Fisik Tahun 2022 Rp 48.235.130.000 miliar.
(empat puluh delapan milyar dua ratus tiga puluh lima juta serratus tiga puluh ribu rupiah)
2. total alokasi DAK Non fisik 2022 sebesar Rp173,25 M termasuk
bantuan operasional kesehatan (BOK) provinsi dan kabupaten/kota Rp 24,68 M
.BOK Puskesmas Rp137,91 M
-BOK stunting Rp4M
pengawasan obat dan makanan
Rp1,65M

Tinggalkan Balasan