bintangsulut.com – Manado, Joshua Cornelius Tuuk dan Alive Mandey, Siswa SMA Citra Kasih Manado, Juara Kompetisi Matematika Universitas Manado.
Joshua Cornelius Tuuk dan rekannya, Alive Mandey, berhasil membawa pulang piala Juara 1 dalam Mathematics Competition Series B yang diadakan oleh Universitas Negeri Manado (UNIMA). Prestasi ini sangat membanggakan karena kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa terbaik dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Prestasi Joshua Cornelius Tuuk, Anak Timsus Gubernur Sulut, Jullius Jems Tuuk
Keberhasilan Joshua membuktikan dedikasi yang tinggi di bidang sains dan matematika, serta memperkuat reputasi sekolahnya dalam mencetak siswa-siswi berprestasi.
Semasa duduk di bangku SMP, Joshua bersekolah di Manado Independent School (MIS) (serta sempat tercatat di IPEKA BSD Christian School). Berikut adalah deretan prestasi yang pernah diraihnya:
- American Mathematics Olympiad (AMO) Joshua berhasil meraih penghargaan Honorable Mention (Grade 9) di tingkat global. Kompetisi bergengsi berskala internasional ini menuntut kemampuan penalaran logis, kreativitas, dan pemecahan masalah matematika yang sangat rumit.
2. Olimpiade Nasional (OLNAS) Ia berhasil tercatat sebagai salah satu Peserta Lolos Final OLNAS untuk kategori Matematika SMP setelah bersaing ketat dengan ribuan pelajar dari seluruh Indonesia.
3. Olimpiade Rihand Creative (ORC XVIII) Joshua juga aktif berkompetisi di luar matematika. Ia tercatat pernah menjadi peserta delegasi sekolah dalam ajang Olimpiade Rihand Creative (ORC) untuk kategori mata pelajaran Bahasa Inggris tingkat SMP.
4. Hongkong International Mathematics Olympiad’s (HKIMO) National round, Joshua Tuuk mendapatkan Silver Medali.
5. Einstein German National round Joshua Tuuk mendapatkan medali 1. Bronze – Science 2. Bronze – Math
Pondasi kuat dan prestasi internasional yang dipupuknya sejak SMP inilah yang mengantarkannya langsung mendominasi perlombaan ketika melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.
Prestasi gemilang ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMA Citra Kasih, Maggie Montung, S.Pd., Gr., kepada wartawan pada Kamis (27/8/2026).
Ia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh para siswanya di ajang bergengsi tersebut.
Maggie Montung juga menuturkan, dalam kompetisi ini, SMA Citra Kasih menurunkan tiga tim yang masing-masing beranggotakan dua siswa.
Sebelum melangkah ke arena perlombaan, seluruh peserta terlebih dahulu melalui proses seleksi internal yang ketat.
Berkat persiapan yang matang, seluruh tim berhasil lolos dari seleksi awal hingga tahap lanjutan.
Konsistensi dan kemampuan analitis yang tinggi membawa satu tim perwakilan melaju hingga ke babak final dan menyabet juara pertama.
Dua siswa berprestasi tersebut adalah Joshua Tuuk siswa kelas 10 yang merupakan putra bungsu pasangan Julius Jems Tuuk dan Liza Nurhayati serta Alive Mandey dari siswa kelas 11.
“Mereka berdua memang memiliki kompetensi yang sangat baik, khususnya di bidang Matematika. Talenta maupun bakat siswa yang berprestasi tentunya perlu disupport dan diberikan wadah agar mereka bisa bertumbuh dan berkembang,” kata kepsek Maggie Montung.
Keberhasilan Joshua dan Alive bukanlah hasil instan, melainkan buah dari sistem pembinaan yang terstruktur di lingkungan sekolah. SMA Citra Kasih menerapkan program pembinaan melalui Interest Group atau club khusus, seperti klub Matematika, Bahasa Inggris, public speaking, fotografi, hingga bidang sosial.
Sebelum bergabung ke dalam klub, siswa diwajibkan mengikuti seleksi ketat. Siswa yang lolos kemudian mendapatkan proses pembimbingan intensif dari sekolah yang dilakukan secara rutin setiap minggu. Dengan cara ini, iklim kompetitif dan kesiapan mental siswa sudah terbangun sejak dini di internal sekolah, jauh sebelum mereka turun ke ajang lomba eksternal.
Selain fokus pada prestasi Matematika, sekolah yang membina sekitar 90 murid ini juga sukses mengutus siswanya berlaga di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional bidang informatika baru-baru ini.
Di balik berbagai prestasi gemilang para siswa, terdapat peran penting tenaga pendidik yang berkualitas.
SMA Citra Kasih menerapkan standar tinggi bagi para gurunya melalui program pelatihan rutin dan Focus Group Discussion (FGD) bersama jaringan yayasan sekolah yang menaungi SMA Citra Kasih di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi sarana bagi para guru untuk saling belajar dan mengadopsi praktik pendidikan yang diterapkan di berbagai daerah lain.
Tidak hanya itu, kompetensi para guru juga dievaluasi secara berkala melalui uji kompetensi yang wajib diikuti setiap semester.
“Kalau guru-guru tidak bisa lagi berkembang, bagaimana mereka bisa menerapkan pendidikan berkualitas kepada siswa? Jadi, uji kompetensi kami lakukan setiap semester,” tegas Maggie.
Melalui sinergi antara pembinaan siswa yang terarah dan peningkatan mutu guru yang konsisten, SMA Citra Kasih berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan yang kompeten di bidangnya, memiliki jiwa entrepreneur, serta siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.

Tinggalkan Balasan