Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw Angkat bicara Dugaan Kasus Potongan Gaji THL…

BINTANGSULUT.COM – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw mengatakan ” adanya dugaan pemotongan gaji tenaga harian lepas di SMA/SMK kota Bitung menjadi tolak ukur kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) secara pribadi atau oknum tersebut tidak baik,  bila hal ini terbukti kedepan”. Ujarnya.

” Saya akan memastikan instansi terkait yakni Dikda, BKD dan Inspektorat dapat berperan aktif dapat mengklarifikasi dugaan laporan aspirasi dari beberapa THL kepada anggota DPRD dikomisi empat (4), ini masalah serius, hak mereka (THL) harus dibayar jangan dipotong sepihak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, Saya akan terus melakukan pengecekan sebagai fungsi pengawasan bagi Eksekutif”. Tuturnya di ruang kerjanya pagi tadi 7/7-2020.

Lebih lanjut Angouw menegaskan ” bila ini dibuktikan dan masuk kategori pungli dipastikan akan berhadapan dengan hukum, semua ada aturan jika bersalah ada konsekuensinya, proses pidana”. Tutupnya.

Terinformasi, dugaan kasus pemotongan gaji THL di SMA/SMK kota Bitung bervariasi yakni 400, 500 dan 900 ribu rupiah. Laporan ini diterima oleh anggota DPRD fraksi PDI-P yakni Melky Pangemanan beberapa hari lalu.

Ditempat terpisah kepala Inspektorat Meki Onibala menuturkan hari jumat tanggal 10/7 kepalah sekolah akan dipanggil pihaknya, ” jumat saya akan panggil kepseknya”. Katanya singkat melalui akun whatsapp kepada wartawan bintangsulut.com pagi tadi.

(Resa Sky)