bintangsulut.com – Manado, Peresmian Bendungan Lolak di desa Pindol di kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara oleh presiden Joko Widodo rencananya akan dilakukan pada tanggal 18 oktober 2023, hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1, Ir. I Komang Sudana MT, saat wartawan media bintangsulut.com bersuah ke kantornya pekan lalu.

” Kami rencanakan bapak Presiden akan resmikan bendungan Lolak pada 18 oktober mendatang, semua berproses sesuai mekanisme, yaa… kami berharap rencana berjalan sesuai dengan harapan”. kata kepala Balai Sungai Sulawesi 1, I Komang Sudana.

Profil Bendungan Lolak

Bendungan Lolak berlokasi di Desa Pindol, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Berjarak sekitar 210 kilometer dari Kota Manado. Lolak, secara wilayah sungai, masuk ke dalam Wilayah Sungai Domuga-Sangkup.

Menelan biaya pembangunan 1,9 Triliun

Proyek pembangunan dimulai pada 2015 sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dari 45 Proyek Bendungan yang dicanangkan oleh Pemerintah. Alasannya, letak atau posisi Bendungan Lolak masuk ke dalam area pengembangan Kawasan Industri Bolang Mongondow yang ke depannya diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian di Sulawesi Utara.

Proyek Bendungan Lolak yang dimiliki oleh Kementerian PUPR ini menelan biaya 1,9 triliun rupiah, Adapun lingkup pekerjaan proyek yang dilakukan oleh perseroan untuk pembangunan Paket I antara lain pekerjaan galian, pekerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan temporary cofferdam, pekerjaan timbunan main cofferdam, dan pekerjaan instrumentasi.

Sedangkan lingkup pekerjaan untuk Paket II, yaitu pekerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan bangunan pengelak, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan intake, pekerjaan perkuatan tumpuan kiri, pekerjaan saddle dam I dan II, pekerjaan relokasi jalan dan jembatan provinsi, dan pekerjaan hidromekanikal.

Bendungan ini memiliki luas area genangan 97,46 hektare dengan kapasitas tampung mencapai 16,1 juta meter kubik. Dengan kehadiran Bendungan Lolak itu tentu akan banyak memberikan manfaat, diantaranya berfungsi sebagai penyediaan air irigasi untuk daerah seluas 2.214 hektare. Selain itu, bendungan tersebut juga akan menjadi sumber penyediaan air baku 500 liter per detik.

Fungsi Bendungan Lolak

Kehadiran bendungan dengan tipe zona Inti Tegak dan memiliki daya tampung hingga 6,1 juta per meter kubik ini memiliki banyak sekali manfaat terutama untuk Provinsi Sulawesi Utara.

Bendungan Lolak juga akan berfungsi sebagai pembangkit listrik dari air keluaran waduk dengan potensi listrik sebesar 2,43 MW, pengendali banjir yang dapat mereduksi debit banjir sebesar 12 persen.

Tidak hanya itu, Bendungan Lolak juga akan menjadi destinasi tempat pariwisata baru di daerah Bolaang Mondow dan lahan ex borrow dapat dimanfaatkan menjadi Hutan Buah produktif.

Sebagai informasi, lahan ex borrow adalah lahan bekas penggalian yang telah kehilangan lapisan tanah teratas (top soil) dan di bawah permukaan (sub soil). Lahan tersebut memiliki permukaan yang tidak rata dan terdapat lereng dengan berbagai tingkat kemiringan.

Pada Mei 2022, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, I Komang Sudana melaporkan progress pembangunan Bendungan Lolak secara total 96 persen.

Sedangkan pada bulan agustus kemarin Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan jajaran Kementerian telah melakukan impounding  di bendungan tersebut.

Ini sudah 99% pembangunanya, 1 % menunggu bapak presiden meresmikanya, setelah diresmikam maka projek bendungan Lolak mencapai klimax 100% tutup pria yang selalu tampil sederhana.

Terinformasi Kepala Balai ini memiliki prestasi gemilang, dimana ada dua bendungan yang diselesaikanya secarah berurutan dengan memakan anggaran trliun rupiah. Pertama bendungan Kuwil di kabupaten Minahasa Utara dan tentunya bersama bendungan Lolak.

(Resa Sky)