Bintangsulut.com – Bolsel, Tim terpadu Kepolisian dan Dinas Pertanian dan peternakan Sulut juga Distanak kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Senin (5/6) malam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan daging babi di pos pengawasan desa Pilolahunga Kecamatan Posigadan.

Tindakan tim gabungan ini untuk mencegah masuknya virus ASF di wilayah Sulawesi Utara.

Saat melintas di pos pemeriksaan, petugas langsung menghentikan Kendaraan jenis Izusu Traga tersebut sekaligus melakukan tindakan prosedur pemeriksaan rutin termasuk meminta keterangan supir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan maupun keterangan pengendara mobil tersebut, petugas mencurigai kendaraan yang datang dari luar provinsi Sulawesi Utara ini mengangkut daging babi ilegal.

” Sejak pagi kami melakukan operasi pemeriksaan, dan terbukti tepat jam 21.00 wita ketika anggota melakukan penyekatan dan pemeriksaan ditemukan satu unit kendaraan jenis Izusu Traga dengan muatan kurang lebih 16 box berisi daging babi yang sudah dipaket dalam box.” ungkap Ipda Akoro petugas Kepolisian di lapangan.

Lanjut dia, sesuai prosedur di lapangan petugas juga menanyakan kelengkapan dokumen untuk keabsahan barang yang diangkut mobil tersebut.

” Kami mencurigai mobil yang mengangkut daging babi tersebut berasal dari luar Provinsi, setelah ditanyakan kelengkapan dokumen ternyata tidak ada. Makanya kami berkoordinasi dengan pimpinan dan mendapatkan perintah untuk dikembalikan lagi ke daerah asalnya, ” terangnya.

Lanjut Akoro, dari pengakuan sopir tersebut, sedianya daging babi ini akan di kirim ke Kabupaten Minahasa Tenggara.

” Dari keterangan sopir, daging babi tersebut berasal dari Kotaraya Provinsi Sulawesi Tengah dan akan di bawah ke daerah Minahasa Tenggara. ” ungkapnya.

Dengan adanya temuan tersebut lanjutnya, personil di lapangan lebih memperketat jalur masuk melalui perbatasan.

” Berdasarkan perintah dan petunjuk pimpinan kami Bapak Kapolres, kita melakukan tindakan tegas ketika menemukan sesuatu pelanggaran memasukan daging dari luar langsung me gembalikan kendaraan ke wilayah asal, ” pungkasnya.

Disisi lain Andri Visiardana SPt MSi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut yang bertugas di lapangan mengatakan, pihaknya tetap intens melakukan koordinasi bersama pihak kepolisian dengan melakukan tindakan hukum bila menemukan kasus di lapangan.

” Dari informasi hasil rapat koordinasi terakhir ibu kepala Dinas bersama DPRD Sulawesi Utara telah tercantum poin – poin tindakan yang perlu dilakukan, yang paling utama lalulintas keluar masuk, khususnya yang masuk ke wilayah Sulut, ” terangnya.

Hal senada ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolsel melalui
Bidang Pengawas Ternak Agustin Dewi Taroreh, SP yang terus melakukan penyekatan di pintu masuk perbatasan wilayah tersebut.

” Sebelumnya pos penjagaan ada di wilayah Molosipat namun banyak cara dari oknum pengangkut daging babi untuk lolos dari pengawasan kami dengan melewati “jalan tikus” sehingga pos penjagaan kami pindahkan ke desa Pilolahunga yang hanya memiliki satu jalur, ” tandas Taroreh