@JanganMendramatisirFakta RS.

BINTANGSULUT.COM – Aksi spontan arak-arakan Pemuda GMIM yang berunjuk rasa didepan kantor Sinode GMIM di kota Tomohon pada hari senin 18 April 2022 lalu. Yang ditanggapi tidak terukur oleh Ruben Saerang menjadi polemik dikalangan umum sehingga Erick Mingkid SH, memberikan usulan pemikiran ke RS.

 

Aksi pemuda GMIM itu, yang berunjuk rasa di depan kantor Pusat GMIM, merupakan aksi spontan dikarenakan ada himbauan melalui surat yang diterbitkan oleh BPMS terkait pelaranganĀ  kumpul masa diperayaan Paskah,

1. Dalam pelaksanaan ibadah-ibadah baik di Gedung Gereja maupun di tempat lainnya agar tetap mematuhi protokol kesehatan sambil tetap melakukan koordinasi dengan Pemerintah setempat.

2. Memperhatikan kondisi terkait pergumulan pandemi Covid-19, maka seluruh BPMW, BPMJ dan KOMPELKA di semua aras dalam lingkup pelayanan GMIM agar dalam perayaan Paskah Yesus Kristus tidak melaksanaan kegiatan pawai / parade.

kedua hal diatas kemudian terjadi semacam insiden yang tidak disengaja oleh kelompok pemuda, berakibat adanya kerusakan sedikit pada pagar depan kantor sinode GMIM, yang kemudian ditanggapi oleh Seorang Staff Khusus Gubernur Sulawesi Utara berinisial RS dengan melontarkan pernyataan keras bahwa “para pelaku pengrusakan harus ditangkap”. kata Erick Mingkid kepada wartawan media iniĀ  melalui via Whatsapp.

Pandangan saya bahwa ” pernyataan Bung Ruben Sarrang (RS) tersebut sangat prematur, terlalu tendensius, bahkan sepertinya mau mendramatisir fakta yang terjadi bahwa insiden itu seakan menjadi suatu Perbuatan Pidana/Tindak Pidana !!!

Lanjut Pengacara ini ” Jika ada beberapa peserta berdesak-desakan pada suatu posisi unjuk rasa yang tanpa sengaja membuat rusak pagar depan halaman kantor sinode, lantas tanpa ada embel-embel langsung saja diserukan dengan keras oleh Bung RS agar harus ditangkap karena menurut dia kelompok pemuda pengunjuk rasa telah melakukan pengrusakan.

Jika memang menurut Bung RS peristiwa itu harus diproses, maka apakah hal yang lebih dari peristiwa itu, yakni eksekusi gelap dan pengrusakan RS Bethesda kenapa Bung RS justru diam seribu bahasa tanpa ada reaksi sedikitpun ketika itu, bukankah seorang Staff Khusus Gubernur harus memberikan masukan dan kajian yang baik, benar dan berimbang ketika melihat dan menganalisa suatu kejadian, Bagaimana pandangan anda Bung RS….

Saya justru kemudian tantang kepada Bung RS untuk juga mempertanyakan atau membuat seruan/pernyataan yang sama yakni seruan untuk lakukan penangkapan terhadap Oknum Pelaku pada peristiwa Eksekusi Gelap di kampus UKIT YPTK TOMOHON juga diduga oknum yang sama sebagai terindikasi pelaku Pengrusakan dengan Linggis dan Martelu fasilitas di RSU BETHESDA TOMOHON yang dimana dua peristiwa itu dipandu oleh KETUA SINODE !!!

Apakah oknum tersebut pelaku dua peristiwa tersebut diatas sudah ditangkap ??? bahkan peristiwa Pengrusakan di RSU BETHESDA justru sudah dilaporkan dan pelaporan sudah diterima dan berproses di Polres Tomohon Pelakunya belum juga ditangkap sampai sekarang ini tanya Mingkid?

(Resa Sky)