Amurang,BINTANGSULUT.COM – Nelayan yang berasal dari kelurahan Ranomea Kecamatan Amurang Timur, kabupaten Minahasa selatan sampai pagi ini belum saja pulang rumah, bahkan kabar hilang dilaut lepas.
Setelah perahunya diduga ditabrak Kapal. Dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan media ini, sekitar Senin (14/12/2020) lalu, dua nelayan Ranomea bernama Steven Sasela dan Femel Lumintang, melaut untuk mencari ikan.
Jarak yang ditempuh dari daratan oleh dua orang nelayan ini sekira delapan jam perjalanan dengan memakai mesin kecil (katingting). Nah, Kira-kira setelah mereka tiba di laut lepas, mereka mulai mencari ikan. Singkat cerita, sekitar pukul 19 00 wita malam, tiba-tiba perahunya ditabrak kapal bermesin besar. Alhasil perahunya hancur, dan dua nelayan ini jatuh ke laut.
” Kita biasanya kalu ada mancari di laut, ada senter kepala. Tali senter ini, tagulung di leher kong mati depe lampu. Setelah mati kita karena sudah masuk air, langsung goyang-goyang tu senter, trus menyala lagi” kata Steven korban selamat.
Pihak kapal sadar, bahwa mereka sudah di tabrak dan berhenti kemudian mengangkat saya kebadan kapal, kemudian mereka mencari teman saya Femmel (nama korban) sampai pagi hari tetapi tidak ditemukan” ungkap Steven sedih.
Lanjut dia, akhirnya mereka membawanya ke daratan. Sementara teman satunya tidak kunjung didapat. ” So nentau dimana kasian dia,” ketusnya.
Kabar terakhir Tim SAR sementara melakukan pencarian terhadap korban, begitu pula warga kelurahan Ranomea telah melakukan aksi peduli kemanusiaan dengan mengumpulkan dana sosial, bahkan ada tim khusus warga yang sangat berpengalaman sedang menuju lokasi hilangnya saudara femmel ini.
(Resa Sky)

Tinggalkan Balasan