BINTANGSULUT.COM – 3,000 pcs atau 60 koli, Alat Pelindung Diri (APD) dari pemerintah pusat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Kamis kemarin 26 Maret 2020. APD tersebut dibawa pesawat milik TNI AU CN-295 A-2907 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
Ketua komisi IX DPR-RI Felly Runtuwene langsung melakukan pantauan di kantor BPBD (Badan Penanggulan Bencana Daerah) Provinsi Sulut siang tadi jumat 27 Maret 2020.
Runtuwene mengatakan APD ini, akan diberikan kepada tim medis yang bertugas untuk menangani virus Corona di 15 Kabupaten/Kota di Sulut. Tenaga medis disiapkan berjumlah 10 ribu orang tersebar di seluruh Sulut baik di rumah sakit, puskemas maupun tempat-tempat yang direkomendasikan oleh pemerintah.
Adapun maksud kunjungannya adalah untuk menanyakan langkah apa saja yang dilakukan oleh BPBD Provinsi Sulawesi Utara untuk meminimalisir penyebaran Covid 19 di Sulawesi Utara.
“Tujuan saya datang ke sini memang ingin tahu apa saja yang sudah dilakukan oleh BPBD dan hasilnya ada 4 hal yang jadi tanggung jawab BPBD yaitu yang pertama menginformasikan kepada masyarakat bagaimana menjaga diri dan lain sebagainya kemudian yang kedua urusan mitigasi dari satu tempat ke tempat yang lain apalagi untuk orang yang sudah menjadi orang dalam pemantauan kemudian yang ketiga menyemprot disinfektan ke fasilitas umum dan yang keempat melakukan
pemantauan ke terminal terminal bandara dan laut termasuk juga darat. Jadi jangan cuma pelabuhan laut dan udara tapi daratpun penting karena kita belum ada yang namanya Lockdown berarti dari trans sulawesi virus itu
bisa masuk ke daerah kita, makanya Kenapa saya minta ini harus jelas terintegrasi dan tuntas karena itu tugas dari BPBD,” tegas mantan anggota DPRD Sulut ini.
Felly Runtuwene juga menyinggung bagaimana tekhnis penyaluran APD (alat pelindung diri) yang baru saja diterima oleh BPBD dan Dinkes sebanyak 3000 APD
“saya pikir dari BPBD yang menyalurkan dan mendistribusikan ke rumah sakit ternyata BPBD hanya menjemput barang barang-barang tersebut dan barang tersebut diserahkan oleh Dinas Kesehatan kepada rumah sakit rujukan itu memang tadi baru 3.000 APD dan sangat sangat kurang makanya Kemarin saya sebelum datang ke sini saya bicara dengan Kementerian kesehatan menanyakan berapa anggaran untuk ini,”ujar Felly Runtuwene.
Pada awak media Keke Minsel ini mengingatkan agar anggaran yang disiapkan oleh Pemprov sekitar 48 Milyar digunakan secara transparan.
” ini tugas saya sebagai perwakilan masyarakat Sulawesi Utara, Saya tanya ini mau dijadikan apa makanya saya minta transparansi di mana salah satu yang saya minta adalah bagaimana tenaga medis kita mereka diproteksi karena mereka harus tahan kencing, tahan lapar demi memutus mata rantai Covid -19 ini”.
Felly Runtuwene juga mengingatkan agar Puskesmas juga diperhatikan bukan hanya rumah sakit rujukan yang menjadi perhatian serius pemerintah.
“Karena masyarakat mereka datang memeriksakan diri ke Puskesmas dulu tidak langsung ke rumah sakit rujukan, “tandasnya.
Sementara itu Kaban BPBD Provinsi Sulawesi Utara Joy Oroh pada awak media mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha secara maksimal sesuai dengan Tupoksinya dalam penanganan Covid 19 di Sulut.
Lanjut FER panggilan akrabnya “Memang APD yang diterima belum sesuai kebutuhan. Tinggal menunggu pengiriman berikut”.
Ketua komisi IX ini sangat serius menangani virus Corona. Terbukti ada sekitar 17 rumah sakit rujukan termasuk penujang disiapkan. Rumah sakit tersebut, kata Runtuwene sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI untuk menangani pasien Corona di Sulut.
Disebutkan, total APD yang harus disiapkan untuk Sulut diperkirakan sekitar 75 ribu kita tau bersama penduduk di Sulut ada pada kisaran 2,7 juta orang. Tapi tentunya ada tahapan-tahapan karena kasus virus Covid’19 ini sudah secarah Nasional“Jadi kita menghitung per kasus dikalikan berapa banyak petugas medis.
Saya tahu juga, rencananya kemarin ada alat tes cepat, sebanyak 2 ribu atau 3 ribu yang bakal diterima Dinas Kesehatan Sulut,” kata Runtuwene.
Runtuwene merinci Untuk menangani pasien isolasi disiapkan 195 puskesmas dan 49 rumah sakit tersebar di 15 kabupaten/kota. Kemudian proses penanganan dibantu oleh relawan.
Ditegaskanya pula, ini pengiriman pertama sebayak 60 koli yang berisi APD 3.000 pcs. Selanjutnya nanti kami usahakan berbicara langsung dengan pak Menteri agar penambahan APD dan alat lainya akan bertambah secepat mungkin.
Saya menghimbau kepada Masyarakat Sulut agar tetap menjaga kesehatan diri masing-masing, jangan menganggap remeh virus ini, dan tentunya juga saya berharap ketakutan dan cemas itu, jangan berlebihan tetap andalkan Kuasa Tuhan karena saya dan warga sangat yakin, kasus besar ini akan segerah berakhir.
Runtuwene Bantu Secarah Pribadi…
Sekira 20.000 masker dan APD (alat pelindung diri) dalam waktu dekat ini akan disalurkan dan dibagikan oleh Ketua Komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene untuk membantu penanganan Covid 19 di Sulawesi Utara.
Ketua Komisi IX ini juga mengatakan “sebelum menyalurkan dan membagikan APD sebagai bantuan langsung dari dirinya, tentu saja saya akan meminta data konkrit dari pihak BPBD dan Dinas Kesehatan bantuan bantuan yang didapatkan selama ini sudah disalurkan ke mana mana saja, bantuan dari Pemerintah pusat dan daerah agar masker dan APD tersebut tepat sasaran penyalurannya.
“Jadi APD yang dari Saya bertujuan untuk menutup kekurangan yang di tempat yang lain.
tentu ini jauh dari kebutuhan tapi apa yang bisa saya lakukan pasti akan aku lakukan demi Rakyat Sulut”. Ungkap putri Minsel ini.
“Mari kita bersama-sama, ini menjadi tanggung jawab bersama, kalau ada kelebihan bagi Bapak- Ibu sekalian marilah donasikan untuk Indonesia”.tutupnya.
(Resa Sky)



Tinggalkan Balasan