bintangsulut.com – Sulawesi Utara, Roby Sangkoy politisi partai Golkar angkat suara atas beberapa Nitezen yang selalu menyerang Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan Wakil Gubernur Viktor Mailangkay terkait pengangguran di Sulawesi utara.

Rosa panggilan akrabnya membeberkan data real untuk membungkam para Nitezen yang hanya berkoar-koar di media sosial tanpa mengetahui data.

Menurut Sangkoy, Presiden Prabowo Subianto melantik pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara pada tanggal 20 Februari 2025.

Pada Tahun dan bulan Pelantikan YSK-Viktori Tingkat Pengangguran untuk Sulawesi Utara pada angka 5,78 Persen.

” Mari kita lihat bersama angkah setelah YSK-Viktori Menjabat dari hari pelantikan sampai Mei 2026 ini, Tingkat Pengangguran di Sulut TURUN Menjadi 5,75 Persen”. ungkap anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan 6 periode ini.

Lanjut Sangkoy, Siapakah kabupaten/kota Penyumbang PENGANGGURAN TERTINGGI yakni di Sulut adalah KOTA MANADO dengan 8,51 persen, dan Siapakah Walikota Manado Dari PARTAI Mana..? Tanya dia.

Mungkin Para Nitizen Lupa Bahwa TINGKAT PENGANGGURAN TERTINGGI di Sulut adalah AKUMULASI dari TINGKAT PENGANGGURAN di 15 Kab/Kota di Sulut.

Nitizen Lupa Bahwa Gubernur Sulut periode 2019-2024 adalah Olly Dondokambey dari partai PDI-Perjuangan, bahkan didukung Hampir Semua 15 Kab/Kota adalah Kepala Daerah dari PDI-Perjuangan, sebut politisi paling kritis ini.

” Jadi Sebetulnya Yang GAGAL Menekan TINGKAT PENGANGGURAN TERTINGGI di Sulut Sampai 2024 Kepala Daerah dari PARTAI MANA…?

Aneh saja kok Gubernur Sulut Yulius – Victor yang Baru satu (1) Tahun tiga (3) Bulan Mau di Anggap Gagal Menekan TINGKAT PENGANGGURAN…?

Justru Sebaliknya Era Gubernur YSK Mampu Menurunkan TINGKAT PENGANGGURAN dari 5,78 Saat dilantik di Pebruari 2025 Turun Menjadi 5,75 % di bulan Mei 2026.

Ditambahkanya pula, Padahal di 2025 Pemerintah Pusat Melakukan Efisiensi Anggaran dan 2026 Terjadi Pemotongan DANA TRANSFER ke DAERAH, Belum Lagi Gubernur Sulut YSK HARUS Menyetor Pokok dan Bunga Pinjaman Dana PEN Era Gubernur ODSK setiap Tahun kurang lebih Rp 200 Miliar.

Jadi Para NITIZEN yg Sering Menyerang Gubernur YSK Kaji Dulu Baik-baik, Jangan Akhirnya BOLA Berbalik ke Kepala Daerah Junjungan Anda-anda, tutup Rosa.