Bintangsulut.com – Manado, Terobosan mengatasi Virus African Swine Fever (ASF) berupa vaksin tolak kematian ternak babi telah diedarkan ke negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kini sudah masuk di Sulawesi Utara.
Pricylia Elviera Rondo S.S, M.Pd mengatakan kita bersyukur sudah ada PT Putra Perkasa Genetika (PPG) sebagai importir dan distributor resmi di Indonesia untuk Vaksin cegah mati babi secara tiba tiba seperti beberapa tahun lalu.
Saat ini perusahan Vaksin telah melakukan sosialisasi Vaksin AVAC, di kota Manado bertempat dirumah kediaman kami, dikelurahan Winangun Jumat 27 juni 2025.
Sosialisasi ini digagas langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Pricylia Rondo dan Owner Perusahan Renaldy Anggada.

Kepada Wartawan bintangsulut.com, Pricylia Rondo merincih AVAC ASF LIVE VAKSIN adalah vaksin aktif yang telah dilemahkan dan dikering bekukan (freeze-dried).
Virus vaksin ini dblakan pada Cell Line DMAC yang diciptakan oleh AVAC Vietnam, JSC. Vaksin ini telah terbukti memberikan proteksi yang efektif terhadap virus African Swine Fever (ASFV) genotipe II. Ujar Istri Mindo Sianipar ini.
Sedangkan KOMPOSISI Setiap dosis mengandung minimal 103 HAD dari strain ASF-G-AMGF, dilengkapi dengan stabilizer.
INDIKASI DAN MANFAAT
-Merangsang Imunitas Aktif terhadap African Swine Fever (ASF) pada babi pedaging yang sehat usia 4 minggu ke atas.
-Imunitas antibodi mulai terbentuk dalam 2-4 minggu setelah vaksinasi dan bertahan lebih dari 5 bulan.
DOSIS PEMAKAIAN :
Diaplikasikan dengan cara: Injeksi intramuskular. 1 dosis – 2 ml.
CARA PEMAKAIAN
1. Larutkan vaksin dengan menggunakan AVAC Diluent Jangan gunakan pelarut lain.
2. Vaksin yang telah dilarutkan harus digunakan dalam waktu maksimal 2 jam.
3. Gunakan peralatan yang bersih dan steril,
PENYIMPANAN DAN KEMASAN
-Simpan vaksin pada suhu 2°C-8°C dan jauhkan dari sinar matahari langsung.
-Tersedia dalam vial isi 10 dan 50 dosis (setiap vial disertal AVAC Diluent 2 ml per dosis)
Sedangkan TINDAKAN PENCEGAHAN
Vaksin AVAC ASF LIVE telah diizinkan digunakan pada babi pedaging sejak Juli 2022. Saat ini, vaksin tersebut sedang dalam menunggu persetujuan untuk digunakan pada babi pembibitan, data penelitian dari pihak produsen, vaksin ini aman dan efektif untuk babi pembibitan dengan mengikuti protokol sebagai berikut:
Indukan muda (gilts):
- Usia dini: Satu dosis diberikan saat usia 4 minggu atau lebih
- Untuk pembibitan: Diperlukan dua dosis. Dosis pertama: Minimal dua bulan sebelum dikawinka Dosis kedua: Dua minggu sebelum dikawinkan.
- Induk betina produktif (breeding sows): Berikan dosis ulangan (booster) dengan jarak 1-14 hari sebel perkawinan.
- Anak babi dari induk yang telah divaksinasi: Berikan satu dosis saat anak babi berusia 4 minggu atau lebih.
- Pejantan (breeding boars): Dosis pertama diberikan pada usia 4 minggu atau lebih. Dosis ulangan (booster) diberikan setiap 4 bulan sekali.
- Peringatan: Jangan diberikan kepada induk yang sedang bunting. Hanya berikan kepada babi yang sehat.
- Jangan gunakan jenis vaksin ASF strain berbeda pada hewan atau kelompok ternak yang sama.
- Jangan berikan AVAC ASF LIVE pada hewan atau kelompok ternak yang sudah terinfeksi virus ASF.
- Jangan gunakan vial (botol vaksin) yang retak, berubah atau kadaluwarsa.
- INFORMASI TAMBAHAN Masa simpan: 24 bulan sejak tanggal produksi Waktu penghentian penggunaan: 28 hari sebelum penyembelihan.
Semoga dengan vaksin ini bisa mengembalikan populasi babi di Sulawesi Utara, karena butuh waktu lima tahun dari sekarang bila sudah divaksin. Kalau tidak di vaksin, maka babi-babi kita ini tetap akan diserang virus mematikan setiap tahunya Bukan lagi hidup, tapi banyak yang mati,” ungkap Anggota DPRD provinsi dari komisi 2 ini.

Hadir dalam kegiatan ini, Mindo Sianipar, Ir. Yulius Jems Tuuk, dr. Hanna dari Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, beberapa ketua DPRD Kab/Kota, pelaku usaha ternak babi dan peternak babi se-Sulawesi Utara.

Tinggalkan Balasan