bintangsulut.com – Manado, Kapala dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara Deasy Paat melalui Kasatker TPOP Hendrik Rondonuwu Tegaskan Kegiatan Pemeliharaan Infrastruktur Jaringan Irigasi DI Kosinggolan – Toraut Jadi Prioritas Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou.
Program meningkatkan produksi pertanian di wilayah Bolaang Mongondow Raya menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah provinsi Sulawesi Utara
Salah satunya adalah program pemeliharaan rutin dan perbaikan infrastruktur saluran irigasi Bendung Kosinggolan dan Toraut yang ada di wilayah tersebut.
Kasatker (TPOP) irigasi Toraut – Kosinggolan Hendrik Rondonuwu, ST mengatakan, program pembersihan atau pemarasan rumput Daerah Irigasi (DI) Kosinggolan awal tahun 2024 tahap pertama telah selesai dikerjakan.
“Yang kami kerjakan di Daerah Irigasi Kosinggolan tahap pertama yakni pemarasan sudah selesai, kemudian akan masuk dalam pekerjaan berkala dimana ada dua pekerjaan disitu yaitu pasangan batu untuk perbaikan saluran kemudian ada juga pengangkatan sedimen, “tandas Rondonuwu Jumat (22/3/24).
Disisi lain kata Rondonuwu, khusus untuk pekerjaan pengangkatan sedimen di golongan 1, akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan mengingat untuk saat ini petani masih sementara memanfaatkan air untuk kebutuhan persawahan.
“Kita lihat keadaan dulu karena sampai saat ini khusus golongan I petani masih memanfaatkan air untuk kebutuhan mereka, sementara untuk golongan 2 seharusnya sudah dialiri air tapi saat kami telusuri kondisi saluran ternyata masih butuh perbaikan karena ada beberapa saluran yang mengalami kebocoran sehingga berpotensi kehilangan air disitu.” jelas Rondonuwu.
“Demikian juga untuk pekerjaan pengangkatan sedimen, kalau air sudah mengalir nanti akan terlihat berapa besar material sedimen yang menutupi saluran, karena kalau dilihat sebenarnya hanya tipis. Yang menjadi penyebab air tidak mengalir karena ada kebocoran – kebocoran saluran di beberapa lokasi dan itu yang coba kita atasi dengan perbaikan saluran, ” jelasnya.
Rondonuwu juga memastikan pekerjaan perbaikan kebocoran saluran irigasi nantinya akan melibatkan organisasi petani setempat.
“Untuk perbaikan kebocoran saluran ini akan bekerjasama dengan GP3A khususnya yang ada di golongan 2 karena masuk wilayah mereka di bangunan BDKN 34 kebawah yang ditargetkan sebelum lebaran sudah selesai perbaikan karena ini hanya pekerjaan perbaikan skala kecil dengan anggaran sekitar Rp 60 juta saja, ” terangnya.
Meski demikian kata Rondonuwu pihaknya
akan tetap memantau masalah sedimentasi di wilayah golongan I.
“Kalau memang di wilayah golongan 1 memang sudah mendesak, tentunya kita akan segera melaksanakan pekerjaan pengangkatan sedimen, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan