BINTANGSULUT.COM – DPRD SULUT, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (Sosbang) dan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) selama kurang lebih tiga pekan sejak awal Desember 2022. Adapun Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen melaksanakan Sosbang di Dapil Nusa Utara, memberikan pesan pada warga di Kelurahan Tona Kecamatan Tahuna Timur. Ia mengatakan, Sosbang dilaksanakan bertujuan untuk memelihara semangat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dia berharap implementasi dari empat pilar kebangsaan tersebut harus terpatri dalam hidup bermasyarakat untuk kelangsungan hidup sosial yang aman, rukun dan gotong royong.
“Pelaksanaan Sosbang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta betapa pentingnya wawasan kebangsaan, terutama dalam pengaplikasian di kehidupan sehari-hari,” jelas Silangen.

Kemudian Anggota DPRD Sulut, Fanny Legoh yang melaksanakan Sosbang di salah satu sekolah di Minahasa, juga menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda penerus bangsa.
“Wawasan kebangsaan wajib kita sosialisasikan pada masyarakat. Terlebih pada generasi muda. Ini sudah jadi tugas kita sebagai wakil rakyat untuk memberi pemahaman mengenai apa itu wawasan kebangsaan. Agar rasa cinta tanah air akan terus tumbuh di tengah begitu banyak informasi hoaks di luar sana,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Anggota DPRD Sulut, Herry Rotinsulu menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021, Tentang Fakir Miskin dan Anak Terlantar, di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Selasa (13/12) pagi. Kemudian di malam hari ia menggelar Sosialisasi tentang Perda Nomor 8 tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minut, Selasa (13/12) malam.
Masyarakat memberi pertanyaan sekaligus masukkan terhadap perda tersebut. Salah satunya mendorong agar pemerintah bisa lebih banyak menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, khususnya yang menangani anak-anak penyandang disabilitas. Selain itu meminta supaya fasilitas untuk mereka bisa disediakan.

Herry mengatakan kegiatan Sosialisasi Perda ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peraturan-peraturan daerah yang sudah ditetapkan pemerintah.
“Perda Fakir Miskin dan Anak Terlantar adalah perda untuk mengedepankan kesejahteraan masyarakat dan dianggap paling penting untuk dipaparkan dan diketahui kepada publik,” katanya.
Anggota DPRD Sulut, Herry Rotinsulu berharap, dengan adanya kegiatan sosper ini disamping memberikan pengetahuan tapi DPRD Sulut juga bisa menerima masukkan. Ia mengapresiasi atas antusias dari masyarakat. Terlebih atas masukkan yang sudah diberikan. “Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan masuk akal. Nantinya masukkan ini akan dibawa. Ada tim di DPRD Sulut yang akan membahas lagi. Tentu akan direvisi kalau memungkinkan untuk direvisi,” ujarnya.
Dr Trioldi Rotinsulu sebagai pemateri di Sosper saat itu mengungkapkan, memang perlu untuk ke depan pemerintah harus memperkuat SDM guru, supaya menerima pendidikan yang bagus agar mereka bisa menangani masalah disabilitas. Ia menjelaskan, sebutan penyandang disabilitas di setiap kementerian berbeda-beda. Makanya penangananya juga memiliki perbedaan. “Kalau di Kemensos (Kementerian Sosial) disebut penyandang cacat, di kementerian pendidikan menyebut berkebutuhan khusus, Kemenkes (Kementerian Kesehatan) menyebut penderita cacat sehingga penanganan mereka berbeda beda,” ujarnya.

Sementara Anggota DPRD Sulut, Careig Naichel Runtu (CNR) berpesan kepada masyarakat untuk terus melestarikan wawasan kebangsaan. Dirinya pun berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, dapat kembali mengingatkan masyarakat bahwa pentingnya untuk hidup saling menghormati dan menghargai sesama.
“Dengan demikian, keamanan kenyamanan kehidupan kita akan berjalan dengan baik tanpa adanya gesekan-gesekan ego sektoral yang dapat memecah bela keberagaman kita sebagai Indonesia,” lanjutnya.

Anggota DPRD Sulut, Hilman Idrus, melaksanakan Sosbang di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Senin (5/12). Di hadapan Forum Wartawan DPRD Sulut (Forward’s) sebagai peserta, Hilman Idrus menjelaskan tujuan Sosbang untuk memelihara semangat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pelaksanaan Sosbang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta betapa pentingnya wawasan kebangsaan, terutama dalam pengaplikasian di kehidupan sehari-hari,” tutur Hilman.

Sekretaris DPRD Sulut Sandra Moniaga sebelumnya mengatakan, sudah kewajiban sebagai wakil rakyat mengingatkan dan menyosialisasikan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah kebhinekaan.
Sekwan juga berharap dari sosialisasi wawasan kebangsaan ini dapat memberi kontribusi yang baik supaya betul-betul masyarakat dan stakeholder bisa beri warna tengah pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan