BINTANGSULUT.COM – Manado, Kementerian PUPR Siapkan Tim Siaga Bencana, Support Pemprov Sulut Tangani Potensi Bencana Alam.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS1) I Komang Sudana memimpin apel kesiap siagaan bencana yang dikuti oleh seluruh pegawai dan pimpinan instansi teknis seluruh Balai Wilayah Kementerian PUPR di Sulawesi Utara bersama Basarnas, Polairud Polda Sulut, Dinas PUPR Sulut, BPBD maupun tim reaksi cepat Balai Wilayah Sungai.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut Selasa (8/11) tersebut guna mengantisipasi
fenomena alam hidrometeorologi yang berpotensi terjadi intensitas curah hujan tinggi yang beresiko terjadi banjir dan tanah longsor di akhir tahun 2022 dan maupun di awal tahun 2023.

Kepada wartawan Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana sekaligus koordinator pelaksana kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan bersama stakeholder yang ada di Provinsi Sulawesi Utara untuk menunjukan kesiapan mengahadapi resiko bencana yang sewaktu – waktu bisa saja terjadi.
” Kita melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana ini menunjukan kita siap menghadapi bencana karena kita menerima informasi bahwa kedepan ini bahkan sudah dimulai bencana hidrometeorologi curah hujan makin tinggi serta intensitasnya juga bahkan sudah terjadi banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi di Sulut, ” kata Komang Sudana.
Dengan adanya tim siaga bencana ini kata Komang Sudana, nantinya akan saing berkolaborasi secara bersama
untuk saling menginformasikan bila terjadi bencana dengan kesiapan personil dan peralatan yang ada.
” Mudah – mudahan dengan kegiatan apel ini kita menjadi lebih siaga, waspada dan siap menghadapi bencana kedepannya. Intinya kita kolaborasi, kita semangat menghadapi kemungkinan bencana alam membantu masyarakat dan pemerintah daerah, ” tandas Kabalai I Komang Sudana.

Hal senada disampaikan Kepala Balai BPJN Hendo Satrio yang menjadi salah satu bagian penting dari tim siaga bencana tersebut menegaskan pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah unit peralatan berat untuk memberikan dukungan di lapangan apangan bila terjadi bencana alam.
” Kami siapkan 22 alat berat yang ada
seperti Louder, escavator Louder, Grader dan lain sebagainya, kami juga siapkan tujuh pos siaga bencana yang tersebar di seluruh lokasi baik di Manado (Kantor BPJN) kemudian Tomohon, Kotamobagu, Nuangan juga di wilayah Bolsel serta Sangihe dan Talaud, ” terang Hendro.
Dengan demikian lanjutnya, dengan kesiapan tersebut maka bila terjadi bencana bisa secepatnya ditangani.
Disisi lain dia menghimbau masyarakat juga harus waspada serta mengantisipasi diri untuk mengindari wilayah – wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam.
“Bila bepergian agar selalu waspada terutama di lokasi – lokasi yang berpotensi terjadi bencana misalnya longsor dan banjir
agar pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi karena walaupun kami terlah berupaya mengantisipasi penangnan bencana
kami harapkan juga masyarakat agar selalu siaga, ” harapnya.
” Kami juga di tiap posko masing – masing sudah siap karena perintah dari pimpinan kami Bapak Menteri PUPR enam jam saat terjadi bencana alat berat harus segera turun
di lokasi , ” tandas Hendro Satrio.

Sementra itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Sulawesi Utara diwakili Kepala BPBD Joy Oroh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR melalui instansi teknis di daerah terlebih Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi terjadi bencana.
” Kami dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kegiatan kesiapsiagaan bencana yang dimotori oleh Kementerian PUPR di daerah, ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil rapat kita kemarin dipimpin bapak wakil Gubernur Steven OE Kandow terkait kesiapsiagaan seluruh stakeholder menghadapi bencan yang berpotensi terjadi khususnya hidrometeorologi ini, ” jelas Oroh.
Dikatakannya kegiatan tersebut adalah bentuk support dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Provinsi termasuk pemerintah kabupaten/kota.

” Apalagi seperti disampaikan Kepala BWS bahwa perlengkapan untuk penanganan bencana sudah siap tidak hanya di dalam kota Manado saja tetapi juga ditempatkan di seluruh wilayah lainnya di Sulut bahkan sampai ke Kepulauan Sangihe, namun demikian kita semua berdoa serta berharap cuaca akan tetap baik serta tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan bersama, ” pungkas Oroh.

Tinggalkan Balasan