Bintangsulut.com, SULUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (23/9/22) kemarin, melaksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT Ke-58 Provinsi Sulut Tahun 2022. Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen SPb. KBD, Wakil Ketua J Victor Mailangkay, James Arthur Kojongian dan dihadiri oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw.
Rapat paripurna istimewa HUT Provinsi Sulut kali ini berkesan karena dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki beserta istri.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Provinsi Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen, SPb, KBD menyampaikan, bentangan sejarah berdirinya Provinsi Sulut sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagian besarnya meninggalkan cerita indah tentang peran strategis anak bangsa dari daerah Sulut sejak bumi nusantara berdiri sebagai sebuah negara bangsa. Tak terbantahkan. Andil besar dr GSSJ Sam Ratulangi, AA Maramis, Arnold Mononutu, dan sejumlah anak negeri Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow yang silih berganti mengisi panggung pengabdian bagi kejayaan NKRI tercinta.
” Lepas dari berbagai persepsi, berkenaan dengan fakta sejarah permesta atau perjuangan rakyat semesta yang digagas oleh tokoh-tokoh Minahasa dengan semangat nasionalismenya yang tinggi, kita semua tidak dapat memungkiri bahwa perjuangan rakyat Sulawesi, termasuk di dalamnya rakyat Sulut yang intinya mendorong pemerintah supaya memperhatikan pembangunan negeri secara menyeluruh, karena pada saat itu pemerintah hanya fokus pada pembangunan di pulau Jawa, merupakan embrio lahirnya era reformasi dan otonomi daerah yang kita nikmati saat ini yang dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan hal yang ideal bagi sebuah bangsa besar yang dibangun dari berbagai perbedaan latar belakang,” kata Silangen.

Lanjut Silangen, perjalanan panjang daerah Sulut hingga tiba diusia ke-58 tahun dengan berbagai kemajuan dan keberhasilan, tentulah tidak lepas dari beragam upaya dan kerja keras pemimpin-pemimpin daerah sebelumnya yang didukung oleh segenap komponen masyarakat. Kiprah dan karya putra putri terbaik Sulut tercatat dengan tinta emas dalam lintasan sejarah bangsa. Tradisi mencetak prestasi bagi negeri ini terus dilanjutkan oleh para pemimpin daerah kita tercinta, termasuk di dalamnya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey-Steven OE Kandouw yang terus menggerakkan semua sektor pembangunan. Sehingga kerja tulus ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk oleh pemerintah pusat. Diantaranya, dengan diterimanya sejumlah penghargaan disepanjang tahun 2022 antara lain:
- Penghargaan kementerian pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik indonesia terkait tata kelola dalam pelaksanaan reformasi birokrasi;
- Penghargaan sebagai mitra pers dari persatuan wartawan indonesia (pwi) pusat;
- Penghargaan kementerian perhubungan republik indonesia, sebagai pemenang dalam kategori pemerintah daerah sebagai inisiator pemodelan jaringan trayek perintis terbaik dalam perintis awards 2022.
Oleh karena itu dikatakan Silangen, Kinerja pemerintah daerah yang luar biasa ini tentulah menginspirasi DPRD untuk terus berkarya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut tercinta melalui optimalisasi tugas pokok dan fungsi DPRD yakni fungsi pembentukan perda, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.
”Berkenaan dengan fungsi pembentukan perda, dalam tahun 2022 ini DPRD bersama pemerintah daerah berada dalam tahap akhir pembahasan 5 (lima) peraturan daerah. Seiring dengan itu, telah pula ditetapkan 15 keputusan DPRD dan 2 nota kesepakatan bersama,” ungkap Silangen.

Terkait dengan fungsi anggaran, diungkapkan Silangen, telah diwujudkan dalam penyusunan dan penetapan APBD bersama-sama dengan pemerintah daerah, yakni penetapan ranperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2022 dan ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021.
”Terakhir, fungsi pengawasan. DPRD telah melakukan 51 kali rapat dengar pendapat dan rapat-rapat lainnya, menerima 12 aspirasi, baik aspirasi secara langsung maupun aspirasi secara tertulis. Pada sisi lain, DPRD juga menerima 75 kunjungan kerja dari pimpinan dan anggota DPRD baik dari luar daerah maupun dari kabupaten/kota se-Sulut,” tandasnya.
Dalam rangka menyelami kebutuhan dan kerinduan masyarakat ditambahkannya pula, sebagaimana amanat undang-undang, DPRD terus berkomitmen dan berupaya secara maksimal menjalankan fungsi sebagaimana diamanatkan undang-undang. Diantaranya menyerap aspirasi masyarakat, mengawal dan mengawasi kinerja pemerintah daerah, serta melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan dan sosialisasi peraturan daerah sekaligus mengawasi implementasi peraturan daerah, yang semuanya ditujukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan daerah berpihak kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan, kebersamaan dan penyertaan Tuhan telah membawa kita pada hari yang membahagiakan ini, Hari Ulang Tahun Provinsi Sulut yang ke lima puluh delapan. Kebersamaan juga telah memampukan kita dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, menghadapi tantangan, dan melanjutkan cita-cita perjuangan, memacu gerak pembangunan.
“Menciptakan suatu iklim kebersamaan itu tidak gampang, tetapi jika kebersamaan bisa kita hadirkan dalam keseharian kita, niscaya akan begitu besar impact yang diberikan. Kita ingat, bahwa Provinsi Sulut berdiri karena para Pendahulu menjunjung tinggi kebersamaan. Untuk itu, Saya atas nama pribadi dan selaku Pimpinan di Provinsi Sulut saat ini, menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih bagi Pendiri Provinsi Sulut,” ungkap Gubernur Olly.
Gubernur Olly juga mengajak, selayaknya kita mensyukuri hari ini, sekaligus dapat menjadikan hari ini sebagai momentum untuk berkontemplasi, memperkuat kebersamaan dan menyelaraskan persepsi, menyamakan langkah dalam melaksanakan misi untuk menggapai satu visi. Jika kita menoleh kebelakang sebelum hadirnya pandemi, banyak capaian membanggakan, yang sama-sama kita torehkan. Beragam potensi daerah dapat kita optimalkan. Sektor-sektor strategis berhasil kita akselerasi, bahkan ada yang melebihi prediksi dan target sebagaimana telah ditetapkan.

“Progresivitas yang kita tunjukan di semua sektor, senantiasa menambah spirit kita, menambah semangat semua komponen pembangunan, dan juga sumbangsih seluruh masyarakat, dalam langkah membawa Sulawesi Utara menuju Sulut Hebat, yang maju dan sejahtera. 5 Di awal tahun 2016, kita berhasil membuka akses penerbangan langsung dari Manado ke 7 kota di Republik Rakyat Tiongkok, sehingga arus wisatawan mancanegara asal Tiongkok membanjiri daerah Sulut. Dampaknya begitu besar ke semua sektor, serta meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah. Selain itu, pada Oktober 2016, banyak sarana penunjang konektivitas diresmikan. Salah satunya Bandara Miangas yang dibangun dengan anggaran Rp.275 miliar, dan menjadi bandara domestik pertama di pulau terluar, yang diresmikan Bapak Presiden Jokowi. Di tahun 2017, kita berhasil membuat Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Sulawesi Utara mencapai sebesar 95,04 persen, dan berada pada rangking ke-1 Nasional. Disamping itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menandatangani prasasti Palapa Ring Paket Tengah, dimana Palapa Ring Paket Tengah ini memiliki peran memfasilitasi interaksi dan komunikasi diantara kelompok masyarakat lewat jaringan internet yang optimal, dan menghubungkan antar wilayah, antar Provinsi, antar Kabupaten/Kota, bahkan antar Pulau-Pulau Kecil Terluar, serta mendukung aktivitas pemerintahan, pemerataan pendidikan, dan menggerakan roda perekonomian yang ada di wilayah-wilayah potensial. Di tahun 2018, kita menggagas, dan berhasil melaksanakan program PERKASA (Perlindungan bagi 6 Pekerja Sosial Keagamaan Provinsi Sulawesi Utara) yang merupakan bentuk apresiasi kepada semua Pekerja Sosial Keagamaan (Kristen, Katholik, Islam, Hindu, Buddha, Konghucu) yang ada di wilayah Sulawesi Utara. Program PERKASA secara konsisten kita laksanakan, terlebih karena sangat bermanfaat dan membantu, serta berimplikasi memperkuat semangat hidup bersama di daerah, “Sitou Timou Tumou Tou” , dan kesadaran hidup berdampingan, “Torang Samua Ciptaan Tuhan”. Disisi lain, di tahun 2018, kita juga membuat inflasi daerah senantiasa terkendali, bahkan capaian pengendalian yang kita torehkan, telah menjadikan Sulut ditetapkan sebagai salah satu provinsi terbaik di Indonesia dalam hal pengendalian inflasi. Di tahun 2019, dukungan Pemerintah Pusat mengucur tanpa henti. Itu terlihat dari semakin banyaknya proyek yang dilaksanakan di daerah Bumi Nyiur Melambai, dan KEK Likupang yang ditetapkan sebagai salah satu dari 5 (lima) Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia. Di tahun 2020, tidak kita duga-duga, tantangan besar datang, COVID-19 menjadi pandemi. Semua daerah terpuruk disaat pandemi. Semua seakan dilumpuhkan dengan cepat oleh pandemi. Dampak merasuk ke semua sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Pandemi memberi implikasi yang sangat terasa pada perekonomian. 7 Meski demikian, kita bisa survive menjalani rutinitas. Kita responsif dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Hingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan baik. Bahkan istimewanya, kita tetap mampu menorehkan berbagai capaian, sekalipun berdampingan dengan pandemi, yang kini sudah menjadi endemi. Seperti halnya, kita boleh membangun infrastruktur kesehatan, 3 Rumah Sakit baru di selang tahun 2020-2021.

Kita juga tetap optimal mendukung sejumlah Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas Nasional yang dikerjakan di daerah ini. Karena semua terdampak, semuanya pun kita upayakan bisa disolusikan dan bisa tetap bertahan. Saling menopang antar sektor adalah kunci. Kita menggenjot sektor-sektor yang tidak terlalu berpotensi menjadi klaster penyebaran. Kita menyisir penanganan lewat jalur laut menggunakan Jetski. Kita menggerakan sektor pertanian lewat program “Mari Jo Ba Kobong” , pemberian bantuan Premi Asuransi Usaha Tani Padi. Sektor-sektor strategis lainnya pun, seperti IKM, UKM, dan UMKM ditingkatkan produktivitas dan daya saingnya, dengan memanfaatkan digitalisasi, maupun transaksi digital. Seiring dengan kasus COVID-19 yang melandai, kita membuka akses ekspor langsung, Direct Call Manado-Narita, Jepang, untuk meningkatkan ekspor 8 komoditi perikanan (utamanya tuna) dan komoditi rempah Sulawesi Utara,” jelasnya.
Pelaksanaan rapat paripurna istimewa begitu semarak karena menghadirkan tarian serta kesenian tradisional adat Sulut. Dalam Kesempatan tersebut juga Menteri Koperasi dan UKM memberikan bantuan bagi para pelaku UMKM di provinsi Sulut.

Hadir dalam rapat paripurna, para anggota DPRD Sulut, Forkopimda, Kepala SKPD, serta tamu undangan lainnya.
(ADVETORIAL)

Tinggalkan Balasan