BINTANGSULUT.COM – Saat ini wabah hepatitis akut misterius yang menjangkiti anak telah menjadi momok menakutkan. Dugaan kasus hepatitis akut pada anak di Indonesia mencapai 14 kasus yang tercatat hingga 17 Mei 2022.
Sejumlah ahli kesehatan menduga penyebab dari penyakit ini salah satunya adalah long Covid atau efek samping jangka panjang dari COVID-19. Sehinga negara RI melakukan sosialisasi secara masiv bagaimana menanggulangi bahaya dari virus ini.
Pemerintah Indonesia bersama DPR RI terus meningkatkan kapasitas kerja di sektor kesehatan agar bisa menjangkau semua lapisan masyarakat lewat berbagai program pelayanan kesehatan yang baik secara teratur.
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene kepada wartawan usai menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Berbasis Keluarga bersama Kementerian Kesehatan yang diwakili Politeknik Kesehatan (Poltekes) Manado di Kelurahan Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Jumat (27/5/22).
Mengatakan ” kondisi saat ini dengan banyaknya virus yang beredar menjadi tanggung jawab bersama, lebih khusus Komisi IX DPR-RI dan Pemerintah untuk proaktif bahkan secara masif memberikan sosialisasi edukasi kepada masyarakat dalam menjaga kesehatannya secara mandiri”.
” Jadi sosialisasi mulai GERMAS dan berbagai lembaga Kementerian kami sosialisasikan itu apalagi saat ini ditemukan virus selain Covid 19, ada juga virus Hepatitis akut yang sampai hari ini telah menelan korban puluhan, terlebih virus ini menyerang anak-anak, kata Runtuwene.
Bahkan cara pencegahan virus ini belum diketahui, dokter terkenal sekelas dunia untuk urusan Hepatitis pun belum mampu memecahkan ini. ” terangnya.
“Jadi saat ini mereka sementara mencari sampel – sampel dari berbagai penjuru, apakah ini ada kaitannya dengan covid 19 atau tidak, kemudian ada lagi monkeypox virus (MPXV) atau cacar monyet yang ditemukan pertama kali di Melbourne Australia, ” ujar Politisi Partai NasDem ini mengingatkan.
” Jadi bagaimana caranya, kemarin waktu kami rapat dengan Kementerian Kesehatan membahas masalah ancaman virus – virus tersebut tidak ada cara lain selain masyarakat menjaga kesehatan sendiri, ” tandasnya.
Dikatakannya, salah satu upaya yang bisa dilakukan masyarakat dalam menjaga kesehatan dengan tetap stabil kondisi tubuh, mencegah penyakit maupun virus berbahaya lainnya dimulai hal yang sederhana seperti berolahraga dan istirahat yang cukup dan makan teratur.
” Karena yang paling tahu dirinya adalah orang itu sendiri, kadang – kadang mungkin sudah over ya, dia kerja padahal dia lupa untuk istirahat, sementara tubuhnya sudah meminta untuk istirahat tapi dia tidak peka dengan tubuhnya dan ini juga banyak kasus terjadi misalnya meninggal mendadak, ” terang legislator Senayan dari Dapil Sulawesi Utara ini.
” Disisi lain kita juga harus tau diri kita sendiri, kalau kita tau diri kita ada kelainan dalam masalah kesehatan marilah kita ke fasilitas kesehatan untuk lakukan pemeriksaan. ” imbuhnya.
Dijelaskannya, melalui program Pemerintah Pusat Komisi IX yang dipimpinnya juga diminta untuk ikut mensosialisasikan GERMAS termasuk didalammya bagaimana mengajak masyarakat bijak dalam memilih bahan pangan yang baik, bagaimana dalam pengolahnya termasuk lingkungannya.
Semua hal tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai lintas sektor tidak hanya Kementerian Kesehatan yang menyelesaikan persoalan ini namun semua unsur yang ada mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah Daerah, Desa dan Kelurahan.
” Lingkungannnya juga, kalau dia tinggal di lingkungan dengan air bersih yang tidak memadai, bagaimana bisa sehat kalau airnya kotor sementara air adalah sumber kehidupan mulai dari cuci sampai minum sampai kita mengolah makanan memanfaatkan air.”
” Jadi peran juga dari pemerintah daerah sampai ke tingkat desa penting sekali mari kita menyelesaikannya, karena beban pemerintah saat ini besar sekali karena selama ini kita bayar triliunan rupiah ke rumah sakit khususnya PBI yang menerima bantuan iuran, jadi yang mandiri dia harus bayar secara teratur karena ini bukan asuransi, jadi itu dihimpun untuk membayar biaya – biaya rumah sakit, tapi puji Tuhan, Alhamdulilah sampai saat ini sudah bagus tidak ada hutang BPJS itu kepada rumah – rumah sakit pemerintah maupun terlebih rumah sakit swasta yang selama ini membantu pemerintah memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. ” pungkas Felly.
Ditempat yang sama Direktur Poltekes Manado Elisabeth Barung menegaskan bahwa gerakan masyarakat hidup sehat harus mulai dari diri sendiri ataupun dari keluarga.
Dengan hal tersebut, Elisabeth menyebut bahwa kemudian dari gaya hidup dari keluarga ini akan menunjang kesehatan masyarakat Indonesia.
“Harapannya supaya masyarakat betul-betul mengikuti program ini. Intinya ini bukan hanya pemerintah, ini juga butuh peran serta masyarakat, paling penting dari keluarga,” Imbuhnya.
Terpantau, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, FER juga membuka gerai vaksinasi untuk masyarakat yang akan melakukan vaksinasi dalam rangka pencegahan penyebaran covid 19.
Turut hadir dalam sosialisasi ini, wakil ketua komisi tiga DPRD Provinsi Sulut Stella Runtuwene, Elisabeth Barung Direktur Poltekes Manado dan wakil ketua DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Paulman Runtuwene.
(Resa Sky)




Tinggalkan Balasan