BINTANGSULUT.COM – Ketua komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene menyesalkan kasus Rabies yang terjadi di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tepatnya di Puskesmas Tombatu dengan kematian seorang anak bernama Kifly Tangel enam tahun (6).
Kifly diduga diserang dengan virus rabies atas gigitan anjing.

Felly mengaku mengetahui kasus itu lewat video yang tersebar di media sosial.
“Sambil melihat video itu saya menangis, kenapa harus sampai sedemikiannya terjadi kasus seperti itu, ini sudah terjadi berulang-ulang dan ini pula merupakan pukulan sangat berat bagi Saya pribadi dan tentunya pegiat kesehatan di Sulut” Kata Felly Runtuwene selasa (19/07) saat dihubungi via telepon.
“Saya bisa pastikan kepeduliaan tenaga medis masih kurang dan keterbatasan obat juga menjadi masalah,” Ucap Politisi Partai NasDem Sulut.
FER minta dinas kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota wajib melakukan penanganan lebih efisien, terukur dan mengedepankan hati nurani yang luhur bagi warga yang datang minta tolong demi kesehatan tubuh.
“Tolonglah perhatikan Rakyat kecil kita,” kata ketua komisi IX DPR RI.
Runtuwene menyentil dana BOK yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, yang dipercaya untuk meng-cover pembiayaan keperluan secara urgent.
“Jadi saya pikir, kalau tidak ada obat Rabies di puskesmas, maka petugas harus melakukan pembelian di apotik dengan memakai dana BOK,” ungkap FER panggilan akrab dari ketua komisi IX ini.
Felly mengatakan, Dinas kesehatan wajib melakukan koordinasi dengan dinas terkait yang melakukan penanganan hewan peliharaan, agar hewan- hewan bisa disuntik vaksin rabies.
Saat ini, saya telah melakukan koordinasi dengan direktur Rumah Sakit Kandou agar melalukan tindakan jemput bola, dikarenakan informasi anak tersebut telah meninggal, dan tentunya pihak kesehatan harus secepatnya memproteksi keluarga dari anak korban tersebut, tutup wanita berparas cantik ini.
Diketahui, Sulawesi Utara merupakan daerah dengan kasus kematian rabies tertinggi di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyebut angka kematian akibat Rabies masih cukup tinggi yakni 100-156 kematian per tahun. Hal ini menggambarkan bahwa rabies masih jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara.
Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa dalam lima tahun terakhir (2015-2019) terdapat 404.306 kasus gigitan hewan yang menularkan rabies, dengan 544 kematian. Lima provinsi dengan jumlah kematian tertinggi adalah Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan