Bintangsulut.com, SULUT – Upaya menciptakan iklim usaha dan investasi yang aman serta berkelanjutan di Sulawesi Utara terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan pertemuan antara jajaran pengurus HIPMI Sulut dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Kantor Kejati Sulut, Selasa (27/01).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum HIPMI Sulut Dr. drg. Hizkia R. Sembel, SH, M.Kes bersama jajaran, serta Kepala Kejati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH, MH. Keduanya sepakat bahwa kolaborasi antara pengusaha muda dan aparat penegak hukum menjadi kunci terciptanya ekosistem bisnis yang sehat.

Hizkia Sembel menyampaikan bahwa Kejati Sulut memberikan banyak dorongan moral dan pandangan strategis kepada pengusaha muda. Menurutnya, pengusaha daerah harus berani keluar dari zona nyaman dan mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Sulawesi Utara memiliki potensi besar. Dengan dukungan iklim usaha yang kondusif dan pendampingan yang tepat, pengusaha muda bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja,” ungkap Hizkia.

Ketua Umum HIPMI Sulut Dr. drg. Hizkia R. Sembel, SH, M.Kes foto bersama Kepala Kejati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH, MH.

Ia menambahkan, sinergi antara HIPMI dan Kejati Sulut akan memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi pelaku usaha, sehingga investasi dapat tumbuh dan target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai.

Kepala Kejati Sulut Jacob H. Pattipeilohy dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada generasi muda yang memilih jalur wirausaha. Ia menilai keberanian anak muda terjun ke dunia bisnis merupakan bentuk kemandirian sekaligus kontribusi nyata bagi negara.

“Saya senang bertemu pengusaha muda yang tidak bergantung pada negara, tetapi justru berkontribusi melalui pajak dan pertumbuhan ekonomi. Kejati Sulut siap menjadi mitra, mendampingi, dan membantu menciptakan iklim usaha yang kondusif,” ujarnya.

Dengan adanya komitmen bersama ini, HIPMI dan Kejati Sulut diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mendorong investasi, memperkuat ekonomi daerah, serta menciptakan ekosistem usaha yang berintegritas dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.

(Resa)