Bintangsulut.com, SULUT – Setelah sempat mengalami beberapa kali penundaan, Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akhirnya resmi digelar, Kamis (24/9/2026).

Pembukaan agenda persidangan berlangsung di Manado Convention Center (MCC), Kawasan Boulevard, Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Ketua Panitia SMSI ke-82 GMIM, Recky Heskie Langie, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya agenda penting tersebut setelah sebelumnya beberapa kali mengalami penundaan.

“Kami bersyukur, setelah mengalami beberapa kali penundaan, agenda mulia ini bisa terlaksana,” kata Langie dalam ibadah pembukaan SMSI ke-82.

Dalam kesempatan tersebut, Recky Langie juga menitipkan pesan kepada ribuan peserta yang mengikuti persidangan. Ia mengingatkan bahwa SMSI ke-82 memiliki agenda penting, yakni membahas Revisi Tata Gereja GMIM 2021.

Menurutnya, hasil persidangan nantinya akan memiliki arti penting bagi perjalanan pelayanan GMIM ke depan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pemikiran dengan ketulusan hati serta mengedepankan kepentingan pelayanan.

“Tata Gereja akan menentukan arah perjalanan GMIM ke depan. Karena itu, berikan kontribusi pemikiran yang tulus,” ujar pengusaha tersebut.

Jadikan Yesus sebagai Pusat Pengambilan Keputusan

Recky secara khusus mengingatkan peserta SMSI agar menjadikan Amanat Agung Yesus Kristus sebagai landasan dalam setiap pembahasan dan pengambilan keputusan selama persidangan.

Ia berharap SMSI ke-82 tidak sekadar menjadi forum untuk membahas aturan organisasi gereja, tetapi juga menjadi momentum pembaruan dalam kehidupan pelayanan GMIM.

“Yesus adalah pusat dari segalanya. Mari, jadikan SMSI ini momen pembaharuan,” tegasnya.

Di hadapan peserta persidangan, Recky juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan SMSI ke-82.

Ia mengucapkan terima kasih kepada para ketua wilayah dan jemaat yang turut menopang kerja panitia hingga agenda tersebut dapat terlaksana.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kiranya biaya pendaftaran bisa dikembalikan untuk pelayanan di wilayah dan jemaat,” ungkapnya.

Diikuti 2.088 Peserta

SMSI ke-82 GMIM berlangsung selama tiga hari, yakni 24-26 September 2026, dan dilaksanakan di Wilayah Manado Barat Daya (MBD).

Persidangan istimewa tersebut diikuti sekitar 2.088 peserta yang merupakan perutusan dari 1.088 jemaat dan 151 wilayah.

Para peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Utara, tetapi juga dari luar daerah hingga luar negeri.

Sementara itu, sejumlah jemaat yang menjadi tuan rumah pelaksanaan SMSI ke-82 GMIM yakni GMIM Imanuel Bahu, Musafir Kleak, Pniel Bahu, Bukit Karmel Batu Kota, Yerusalem Batu Kota, Baitel Bahu, Lembah Yordan Batu Kota Bawah, Air Terang Malalayang Satu Timur, Sobat Kristus Malalayang, serta GMIM Fungsional Kampus Manado.

Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan orang dan agenda utama berupa Revisi Tata Gereja GMIM 2021, SMSI ke-82 menjadi salah satu forum penting dalam menentukan arah perjalanan pelayanan GMIM ke depan.

(Resa)