bintangsulut.com – Jakarta, Stefanus BAN Liow (SBANL) Anggota Dewan Perwakilan Daerah Repoblik Indonesia (DPD-RI) Pemilihan Sulawesi Utara yang membidangi Pengelolaan SDA dan Ekonomi Lainnya, termasuk mitra kerja Kementan RI.


Perhatian Senator BAN Liow terhadap jeritan peternak dan pedagang serta pengusaha ternak babi di Sulawesi Utara sangat besar.

Liow meminta pemerintah Provinsi sulawesi utara melakukan penanganan secarah baik dan terukur karena sangat berdampak pada perekonomian daerah dan nilai tambah ekonomi keluarga, katanya kepada wartawan bintangsulut.com pagi ini selasa 25 juli 2023 via whatsapp.

Menurut Senator SBANL bahwa penanganan virus ASF harus diseriusi, karena diawalnya tidak ada kasus. Ya, bukan tidak mungkin meski Pemda dan aparat sudah menjaga lalu lintas masuknya ternak babi dari luar tetapi bisa saja ada yang lolos, sehingga lalulintas ternak babi harus diperketat.

Namun saat ini dan kedepan Senator SBANL mendorong pemerintah dan perbankan dapat membantu para peternak lebih serius sehingga peternak tidak mengalami krisis berkepanjangan.

Hal ini dikatakan Senator dikarenakan telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Jenderal Peternakan dan kesehatan hewan Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc.

Menurut Dirjen penanganan firus ASF belum diseriusi dengan baik, seharusnya pemerintah daerah harus perketat lalulintas darat masuknya babi dari provinsi lain yang telah terjangkiti virus tersebut, sehingga mengalami kematian mendadak.

Dirjen juga berjanji akan memberikan bantuan atas masukan aspirasi dari senator BAN liow bagi Sulawesi utara.

” Mohon dibantu juga Pak penekanan kpd pemerintah daerah agar serius menangani ASF ini krn di awal tdk ada kasus tapi dikarenakan lalulintas ternak babi tdk diperketat akhirnya virus ASF pun masuk ke Sulut, tks”. Kalimat diatas merupakan hasil dialog Senator SBAN Liow dan Dirjen Nasrullah.