bintangsulut.com – Manado, Pemerhati Kesehatan Dr. Yudhi Dien mengatakan seharusnya Balai Besar Pengawasan obat dan Makanan (BB-POM) Provinsi Sulawesi Utara harus mampu memberikan informasi kepada Masyarakat terhadap produk indomie rasa ayam spesial yang ditarik oleh pemerintah Taiwan. Produk mi instan asal Indonesia tersebut ditarik setelah otoritas kesehatan setempat menemukan residu etilen oksida (EtO) di dalamnya.

Ini harus disikapi oleh B-POM karena dampaknya adalah ke masyarakat luas, Saya berharap BPOM dapat melakukan tupoksi dengan baik dan benar termasuk intensitasi dalam memberikan informasi dan edukasi sehingga tidak memunculkan kekhawatiran kepada masyarakat kata Dien kepada wartawan bintangsulut.com saat bersuah disalah satu rumah kopi ternama di kota Manado.

Lanjut Dien bila informasi ini benar adanya maka generasi kita telah memiliki kandungan zat berbahaya dalam tubuh sejak memakan mie instan ini, hal ini jangan dianggap remeh, kita semua harus memberikan perlindungan kepada generasi kita, jangan hanya memakan mie instan pada akhirnya memiliki konsekuensi yang panjang kedepan ungkap Tenaga Ahli bid. Kesehatan komisi IX DPR-RI ini.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa
Sebanyak tiga negara menolak untuk mengedarkan sejumlah varian Mie instan Sedaap karena dinyatakan mengandung pestisida. Yaitu, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Badan Pangan setempat telah mengeluarkan instruksi untuk menarik produk mi instan merek Mie Sedaap yang diimpor dari Indonesia.