BINTANGSULUT.COM – Manado, Dirut Rumah Sakit ODSK Manado dr. Enrico Rawung memberikan klarifikasi terkait dugaan tindakan pengancaman yang dilayangkan pelapor RT ke Polresta Manado.

Kepada wartawan bintangsulut.com, dokter Enrico menegaskan kronologis peristiwa kejadian tersebut tidak ada unsur pengancaman seperti yang disampaikan pelapor.

Enrico Rawung mengatakan Saya berniat Baik Justru Disambut Agresi dan Fitnah”

” Tidak ada pengancaman dari pihak saya, justru dari pihak seberang yang sempat mengeluarkan senjata tajam. Hari itu, saya datang baik-baik ke rumahnya untuk meminta klarifikasi atas kejadian di hari sebelumnya. bahkan, sebelum datang, saya sudah chat WA dan telpon untuk minta izin apakah yang bersangkutan bersedia menerima Saya, dan saya mendapatkan izin verbal dari beliau bahwa yang bersangkutan siap menerima. bahkan Saya tidak pernah berinteraksi dengan pelapor”. jelas dr Enrico melalui pesan What’sApp Rabu (10/8).

Ia juga menjelaskan sewaktu berlangsung percakapan di rumah pelapor, pelapor bersikap emosional dan tidak terkendali.

” Keseluruhan percakapan ini ada bukti dokumentasinya, namun yang saya heran, cuplikan CCTV yang dirilis di pers justru di-screenshot saat saya mau berdiri, seakan-akan ingin menggiring opini publik. saya ingin klarifikasi dari pihak seberang. ” jelasnya.

” Saat saya pulang, ternyata ybs mengeluarkan sajam, dan hal ini ada saksi. Sejak awal saya mau menyelesaikan masalah secara damai dan tidak pernah ada intensi untuk mengancam.” tandasnya.

Ditambahkannya persolan tersebut berawal
terjadi miskomunikasi dengan pelapor sebagai pihak ekternal yang bermitra dengan RS ODSK.

“Sehari sebelumnya ada kegiatan saya di rumah sakit yang terjadi miskomunikasi, ketika saya sebagai Direktur melaksanakan tugas saya, Saya menjalankan pelayanan kepada pasien-pasien emergensi, saya mendapat fakta yang bersangkutan menghalangi saya dalam menjalankan tugas. Makanya saya minta ketemu dan bicara baik-baik ” terang dr Enrico.

Diketahui kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 wita di rumah pelapor RT di Perumahan Montain View Residen Paniki Bawah Kota Manado.

Dimana menurut pelapor saat itu terjadi pengancaman oleh dokter Enriko (terlapor) dengan membawa beberapa orang dan diantaranya ada yang mengenakan seragam ormas. (**)