BINTANGSULUT.COM – Anggota DPRD Manado Jurani Rurubua, Selasa (16/2/21) kemarin menegaskan, prihal keluhan warga tak terbayarkan dana lanjut usia (lansia), duka dan gaji Tenaga Harian Lepas (THL) sudah masuk laporan kepadanya.
Disampaikan, 3 bagian program tersebut awalnya dijanjikan pemkot disayangkan namun urung terealisasi sampai Februari ini.
“Ini salah satu kegagalan atau Pemkot Manado. Jangan sampai karena pilkada lalu, berdampak belakangan pada kehidupan warga Manado,” tegas dia.
Dibeberkannya, dana duka berjumlah Rp lima juta sampai akhir 2020 masih dibayarkan ke masyarakat berduka. Dana lansia sendiri terhenti di masyarakat sejak menjelang pilkada Desember lalu.
Mirisnya lagi, Srikandi PSI menyebut gaji para Tenaga Harian Lepas (THL) masih terkatung-katung pelunasan sampai Februari 2021 sejak pertengahan 2020 lalu, ditambah kendala klasik berupa, tata laksana kota tak beraturan.
“Saya setiap hari mendapat informasi dari masyarakat mengenai itu-itu terus, jadi tolong jangan kecewakan rakyat,” imbuhnya.
Rurubua, legislator Komisi III ini menandaskan, dirinya dipilih oleh rakyat, jadi harus mengikuti keinginan mereka jua.
Ditekankan lagi, proses program seharusnya menjadi legalisasi baik dalam menutup karier pemerintahan yang segera berakhir.
Disinggung ketika disampaikan sejumlah pihak, akibat hilangnya APBD-Perubahan 2020, dibantahnya.
“Itu tidak bisa, karena seluruh rencana pembayaran ditata ke APBD Induk 2021 dan dengan begitu tanggungjawab pemerintah mulai membayarkan,” tegasnya.
Jurani Rurubua Minta Pemkot Bayar Dana Lansia, Duka dan THL
Februari 16, 2021 8:15 am
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Tinggalkan Balasan