BINTANGSULUT.COM – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara Braien Waworuntu rupanya tak tinggal diam soal adanya ancaman nyata penyebaran virus Corona yang berasal dari Wuhan, Cina.

Waworuntu berkata, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkewajiban menyusun sejumlah langkah yang konkrit untuk mengantisipasi penyebaran virus baru yang mematikan itu, salah satunya menempatkan alat pendeteksi suhu tubuh di bandara  Samratulangi Manado sesegerah mungkin.

 

BW berharap Pemerintah Sulut harus mulai melakukan penyaringan terhadap penumpang dari China dan mengambil sejumlah langkah pencegahan lainnya menyusul wabah virus Corona baru di China ini.

BW meminta dengan tegas Dinas Kesehatan, Pariwisata dan Perhubungan serta instansi lainya harus berkoordinasi dengan regulator penerbangan sipil di Bandara Samrat  guna mengevaluasi penumpang yang tiba dengan penerbangan langsung dan tidak langsung dari China, katanya melalui via Whatsapp kepada wartawan bintangsulut.com

Terinformasi Jumlah korban meninggal akibat virus baru ini berasal dari Wuhan China bertambah menjadi 17 hingga Rabu dengan lebih dari 540 kasus terkonfirmasi. Hal itu meningkatkan kekhawatiran soal penyebaran infeksi yang diduga berasal dari satwa liar yang diperjualbelikan secara ilegal.

Virus, yang pertama kali muncul di pusat kota Wuhan, China dan dapat ditularkan ke sesama manusia, juga dilaporkan di berbagai negara seperti, Thailand, Jepang dan Korea Selatan, menambah kekhawatiran tentang penyebaran virus melalui perjalanan udara internasional.

Isu Warga Sulut Terinfeksi, Kadis Kesehatan Sulut angkat bicara…

Berkembangnya isu adanya warga yang dirawat di Rumah Sakit Umum Prof Kandou Manado, Sulawesi Utara, diduga terinfeksi Virus Corona ditanggapi Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara Debie Kalalo.

Ia mengatakan, adanya kasus terduga pasien Corona yang sementara dirawat di RSU Prof Kandou. Yang bersangkutan ditegaskan bukan warga negara China, tapi warga negara Indonesia yang bekerja sebagai interpreter atau penerjemah.

“Tindakan isolasi yang dilakukan petugas kesehatan berdasarkan pada beberapa pertimbangan yakni adanya riwayat perjalanan ke lokasi terjangkit di China dan yang bersangkutan mengeluh dalam kondisi pilek,” kata dokter Debie di Manado, Minggu 26 Januari 2020.

Dia menyampaikan, kepada yang bersangkutan hingga kini tidak dikenakan kriteria terpapar virus tersebut. Sebab, pada saat pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda demam dan radang paru atau Pneumonia sesuai kriteria dari Kemenkes.

“Tindakan karantina atau isolasi diberlakukan karena memenuhi kriteria untuk diawasi. Hal ini sebagai bentuk pelayanan publik untuk pencegahan penyakit,” ujarnya.

Sebelumnya, disebutkan seorang perempuan inisial G (25), yang bekerja sebagai pemandu wisata terpaksa harus masuk ruangan isolasi Irina F RSU Prof Kandou Manado pasca tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sabtu 25 Januari 2020.

Seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSU Prof Kandou Manado, Hanry Takasenseran, awalnya perempuan itu melapor ke Dinas Kesehatan Sulut bahwa dirinya merasa kurang enak badan.

“Belum kategori pasien ya, yang baru tiba tadi subuh penerbangan dari China dan melapor bahwa dia kurang enak badan seperti flu begitu,” ujarnya.

Menkes Langsung Turun Tangan….

Terawan mendapat laporan bahwa pasien wanita yang berprofesi sebagai penerjemah itu negatif virus corona 2019-nCov.

Hasil diagnosis menunjukkan pasien bukan suspect melainkan hanya sakit batuk dan pilek. Kini kondisinya sudah membaik dan tidak demam.

Melihat keadaan pasien yang sudah mulai membaik, Terawan sempat bergurau meminta pasien membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya. Meski demikian, pasien masih tetap dalam pengawasan rumah sakit dan tetap menunggu hasil lab yang dikirim ke Jakarta. Bahkan disebutkan jika pasien memilih untuk tidak keluar dari rumah sakit sambil menunggu hasil lab.

Dalam konferensi pers kunjungannya ke Manado, Terawan memastikan hingga saat ini belum ada pasien yang positif terinfeksi virus corona. Ia juga kembali mengingatkan pihak terkait untuk menangani kasus dugaan virus Corona sesuai prosedur.

“Semua prosedur kita jalankan, pengecekan labnya, dahaknya, dan sebagainya,” ujar Terawan.

Inilah Beberapa Negara yang Sudah memiliki Virus Corona…

Negara Adidaya Amerika Serikat juga melaporkan kasus pertamanya pada hari Selasa kemarin dari seorang warga AS yang usai berkunjung ke Wuhan.

Berikut adalah negara yang sudah menginformasikan penyebaran Virus Corona di wilayah mereka.

China

Sampai dengan Sabtu (25/1), hampir 1300 orang terinfeksi Virus Corona di wilayah China. Infeksi terbesar terjadi di wilayah Wuhan.

Hampir semua korban meninggal berada di Wuhan. Di Makau telah terkonfirmasi dua kasus.

Di Hongkong lima orang diketahui terinfeksi. Tiga dari kasus tersebut dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir.

Prancis

Prancis menjadi negara pertama di Benua Eropa yang terpengaruh Virus Corona. Terdapat tiga kasus infeksi Virus Corona negeri tersebut.

Terdapat satu orang terinfeksi berada di Bordeaux dan satu lainnya di Paris. Korban lainnya dekat dengan salah satu korban yang sebelumnya dikonfirmasi telah terinfeksi virus tersebut.

Ketiganya seringkali bepergian ke China. Saat ini, mereka sedang menjalani perawatan di ruang isolasi.

Jepang

Otoritas Kesehatan Jepang mengkonfirmasi dua kasus infeksi Virus Corona pada Jumat (24/1). Media lokal mengatakan korban merupakan pria asal Wuhan berusia 40 tahun yang sedang berjalan- jalan ke Jepang.

Korban dirawat setelah empat hari berada di Jepang.

Australia

Pada Sabtu (25/1), Australia mengkonfirmasi kasus pertama infeksi Virus Corona di wilayah mereka. Korban merupakan pria yang baru tiba di Melbourne usai bepergian ke China seminggu yang lalu.

Malaysia

Malaysia mengkonfirmasi tiga kasus infeksi Virus Corona pada Sabtu (25/1) ini. Ketiganya berkewarganegaraan China yang sedang berlibur.

Korban merupakan perempuan berusia 66 tahun. Sedangkan dua korban lainnya anak laki-laki berusia 2 dan 11 tahun.

Ketiganya dalam kondisi stabil dan masih menjalani perawatan di ruang isolasi.

 

bintangsulut.com

Nepal

Terdapat seorang pria berusia 32 tahun asal Wuhan yang terinfeksi Virus Corona. Pasien sempat dikarantina dan keadaannya berangsur membaik.

Pemerintah lalu memulangkan pasien tersebut. Nepal memperketat pengawasan di bandara.

Singapura

Singapura mengumumkan tiga kasus penyebaran Virus Corona. Satu kasus terjadi pada pria berusia 66 tahun dan anaknya yang berusia 37 tahun. Selain itu, infeksi juga terjadi pada seorang perempuan berusia 52 tahun.
Ketiganya berasal dari Wuhan.

Korea Selatan

Korea Selatan mengkonfirmasi  dua kasus infeksi Virus Corona di negara mereka. Kementerian kesehatan Korea Selatan mengatakan korban merupakan laki-laki berusia 50 tahun.

Korban mengalami gejala ketika bekerja di Wuhan pada 10 Januari. Hasil tes mengatakan ia positif terinfeksi Virus Corona.

Kasus kedua dilaporkan pada 20 Januari. Korban perempuan berusia 35 tahun yang mengikuti penerbangan dari Wuhan. Keduanya dikabarkan dalam kondisi stabil dan sedang dalam perawatan.

Taiwan

Terdapat tiga kasus infeksi Virus Corona di Taiwan. Pemerintah Taiwan menyarankan untuk tidak bepergian ke daerah Wuhan.

Seluruh penerbangan dari Tiongkok, Hongkong dan Makau wajib mengisi surat kesehatan.

Thailand

Thailand menyatakan telah mendeteksi empat kasus infeksi Virus Corona. Tiga korban berasal dari Wuhan. Dua orang pasien asal China sudah membaik dan pulang ke negaranya.

Amerika

Departemen kesehatan Amerika secara resmi mengumumkan kasus pertama infeksi Virus Corona. Kasus menimpa seorang laki-laki berusia 30 tahun di Seattle, dan seorang perempuan 60 tahun di Chicago.

Keduanya menjalani perawatan dan berangsur membaik.

Vietnam

Terdapat dua kasus infeksi Virus Corona di Vietnam.  Korban merupakan laki-laki yang bepergian ke Ho Chi Minh City dan menularkan virus ini ke anaknya.

Keduanya telah mendapat perawatan di rumah sakit dan dikabarkan dalam kondisi stabil.

(Resa Sky)