bintangsulut.com – Manado, Aneh bin Ajaib, personil tim seleksi (TimSel) KPID melakukan Pleno penentuan lolosnya tujuh belas calon anggota KPID Provinsi Sulawesi Utara bertempat di hotel mewah Jakarta Grand Hyatt, terinformasi biaya nginap semalam saja harus mengeluarkan uang sebanyak lima (5) juta rupiah.

Wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Razky Mokodompit dan wakil ketua Komisi satu Braien Waworuntu mempertanyakan tempat pleno Timsel yang dilakukan di hotel mahal tersebut.

” Pleno Timsel KPID untuk memutuskan nama-nama calon komisioner dilakukan di Jakarta dan di Hotel Bintang Lima Grand Hyatt tanpa dibiayai APBD. Karena memang APBD tidak cukup untuk membiayai sampai ke Jakarta, apalagi dilakukan di Hotel mewah.
Pertanyaannya dibiayai oleh siapa ?”. kata wakil ketua dan pimpinan komisi tersebut, yang dikirim ke wartawan bintangsulut.com melalui via whatsapp tadi malam, Kamis 25 juli 2024.

Tempat terpisah Sekretaris DPRD Provinsi Sulut Niklas Silangen membeberkan bahwa pleno KPID di Jakarta apalagi di hotel mewah Grand Hyatt tidak diketahui oleh pihak sekwan.

” Saya tidak mengetahui terkait pleno Timsel di Jakarta, apalagi di hotel mewah, saya juga tahu informasi ini dari pemberitaan media bintangsulut.com kemarin hari, apalagi terkait anggaran, sekretariat memang tidak ada dana untuk KPID dijakarta”. Tegas Silangen, saat dikonfirmasi oleh wartawan bintangsulut.com melalui telpon seluler, jumat 26 juli 2024.