BINTANGSULUT.COM – Manado, Percepatan Progres pembangunan pekerjaan kelanjutan proyek Bendungan dengan anggaran 1,9 triliun didesa Kuwil Kawangkoan kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara sementara dan sedang digenjot penyelesaiannya, Pihak pengelola BWS pun berkomitmen dan tetap konsisten melaksanakan pekerjaan dengan tetap menjaga mutu dari pembangunan proyek tersebut.

Hal diatas ditegaskan oleh kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, Ir. I Komang Sudana, MT. Dalam penyampaian kepada awak media dikantornya, kamis 2 Juni, kepala BWS ini berharap bahwa target selesainya Bendungan kuwil  tahun 2022 ini,  suda terealisasi, dan wajib finis.

Bahkan menurutnya pihak kontraktor sebisa mungkin bisa lakukan pekerjaan sampai 24 jam perhari mengingat penyelesaian tinggal hitung beberapa bulan kedepan.

“Dalam kesempatan rapat koordinasi dan monev termasuk peninjauan ke lapangan, penyedia jasa kami perintahkan untuk serius dan konsisten serta berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan, memaksimal tenaga, material dan peralatan dengan tetap memperhatikan mutu kualitas pekerjaan .

Kendala dan permasalahan cuaca yang sering turun hujan khususnya pada timbun clay pada main dam agar dicarikan solusi dan inovasi, demikian juga pekerjaan lainya,” Ungkap I Komang Sudana.

Adapun, beliau menyampaikan dari awal sudah mengingatkan kepada penyedia jasa dan konsultan supervisi agar melaksanakan action plan dan serius memperhatikan pekerjaan yang terlambat untuk segera diselesaikan.

“Progres Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan secara total 3 paket 87 %, paket 3 merupakan paket penyelesaian pekerjaan mencapai 29 %, sehingga perlu upaya khusus untuk menyelesaikan agar target impounding akhir Bulan Agustus dapat tercapai,” Tegasnya.

Sementara itu, dari pantauan wartawan yang meninjau langsung proyek tersebut, progres pembangunan sudah mencapai 87%. Hal itu turut dibenarkan oleh pelaksana teknik dan direksi pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan Ir. Dedi Ratulangi ST., MT.

Ratulangi yang mendampingi langsung peninjauan tersebut mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sementara fokus menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut.

“Saat ini kami bersama dengan pihak pelaksana dari PT. Nidya Karya dan PT. Wijaya Karya 1×24 jam fokus menyelesaikan pengerjaan ini. Boleh dilihat, saat jam istirahat siang pun pekerja masih melakukan pengerjaan. Intinya kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini ” Ujarnya.

Ditambahkan Ratulangi bahwa rencananya peresmian Bendungan ini diupayakan pada tahun ini.

“Ini akan dilaksanakan bersamaan dengan hari ulang tahun provinsi Sulawesi Utara dan kami berharap akan di resmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,” Tambahnya.

Meski demikian, Ratulangi menyebut bahwa kendala yang terjadi di lapangan tetap ada. Namun dirinya berharap kendala ini nantinya tidak akan mengganggu komitmen untuk menyelesaikan Bendungan ini.

“Terkait dengan cuaca, ini merupakan salah satu penyebab terhambat pekerjaan ini. Kalau hujan tentunya material yang masuk akan terhambat dan juga tidak dapat melakukan penimbunam khususnya zona inti bendungan dari material clay yang harus dijaga kadar airnya.

Puji Tuhan saat ini cuaca sudah mulai mendukung maka kami boleh bekerja. Selanjutnya, terkait dengan lahan, masih ada beberapa bidang lahan yang sementara di proses pembebasan”, jelasnya sambil menambahkan anggaran proyek secara total kurang lebih 1,9 Triliun.

Diketahui, Bendungan Kuwil ini akan menjadi Bendungan terbesar di Sulawesi Utara dengan dengan manfaat sebagai pengendali banjir kota Manado dan sekitarnya. Sebagai penyedia air baku untuk kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung, sebagai PLTM, serta nantinya akan menjadi objek pariwisata.

Turut hadir dalam kunjungan insan pers ini, yakni pihak BWS diwakili oleh pak Hari Sanali SE, sedangkan dari pihak  kontraktor Wika-Anindya oleh Karya Amir, ST dan  Nur Rahim, ST.

(Resa Sky)