Bintangsulut.com – Masyarkat Sulawesi Utara patut bersyukur, kedatangan presiden RI Joko Widodo ke tanah Nyiur Melambai sehingga mendapatkan berkah yang amat special dari Sang Pemimpin Negeri, yakni percepatan pembangunan infrasrtuktur kawasan Ekonomi khusus (KEK) dan KEK Pariwisata di kabupaten Minahasa Utara dan kota Bitung yaitu akses jalan.

 

Pembangunan infrastruktur menggeliat cepat dan terarah bagi Sulut, di percayakan langsung kepada kementerian PUPR, dan dialamatkan ke pejabat Balai Pengawasan Jalan Nasional (BPJN-XV) Sulut-Go yang dikomandani oleh Triono Junoasmono, tak tanggung-tanggung Triono yang dipanggil akrab ini langsung bergerak cepat merespon permintaan penguasa Negeri ini Joko Widodo.

 

Mendukung penuh program Pemerintah pusat dan daerah terutama Kawasan Ekonomi Khusus, KEK Likupang, maka Badan Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XV, telah mengagendakan sejumlah progres yakni pelebaran badan Jalan dari 5 Meter menjadi 6-7M.
Kepala Balai Pelaksana Jalan (BPJN) Wilayah XV DR Ir Triono Junoasmono MT, Kepada awak media diruang kerjanya Rabu sore, 24 Juli 2019. menyatakan  komitmen BPJN dalam menunjang Pariwisata Provinsi Sulut,  semua akses jalan menuju pariwisata Likupang akan dibenahi sehingga  kondisi jalan baik dan layak, selain di lebarkan  juga bahu  jalan yang baik”. Kata Triono.

Lanjut Dia “Program ini  akan di laksanakam dalam jangka waktu dua tahun pada mata anggaran  tahun 2019, untuk akses jalan sepanjang 10 KM dan di tahun 2020, 3 KM sekaligus penyempurnaan jembatan, sehingga di tahun 2020, 13 KM jalan Nasional dalam kondisi baik dan mantap.

Disamping itu jelas Triono “saat ini pihaknya juga tenga melakukan kajian terhadap pembagunan jembatan ke pulau lembeh.
Kajian ini jelasnya dilaksanakam bersama dengan pemerintah Sulut, termasuk desain. Namun ini akan menjadi fokus setelah semua jalan tol tuntas, sehingga ada beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk penyambungan jembatan ke pulau lembeh.
Dirinya berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terkait dengan pembangunan jembatan menuju pulau lembeh ini menjadi perhatian kami.

Ditambahkanya pula “Jelasnya semua program pariwisata didaerah ini terutama pembagunan akses dari dan menuju lokasi lokasi pariwisata, akan dilaksanakan secara bersama dengan pemerintah propinsi dan kabupaten/kota, bila hanya sepihak yang berjalan pasti tidak akan terlaksana,  Karena  ada jalan yang menjadi domain pusat namun ada juga propinsi dan daerah kabupaten/kota”. Tutup pria mura senyum ini.

(Resa Sky)