Bintangsulut.com – Anda mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang percaya bahwa orang yang mengidap autisme biasanya pandai berhitung, menggunakan logika, atau menciptakan karya seni yang megah. Sebut saja Albert Einstein, Sir Isaac Newton, dan Mozart. Mereka adalah tokoh-tokoh bersejarah yang dipercaya sebagai orang genius.
Namun, tahukah Anda bahwa ketiganya memiliki satu kesamaan, yaitu mengidap autisme? Dari banyak contoh lain, masyarakat pun akhirnya membangun kesimpulan bahwa orang dengan autisme biasanya cerdas dan sangat berbakat dalam suatu bidang tertentu.
Autisme adalah sebuah spektrum yang menggambarkan berbagai jenis gangguan pada perkembangan otak. Karena cakupannya sangat luas, setiap orang yang mengidap autisme akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda pula.
Orang dengan autisme mengalami gangguan pada lobus frontal (bagian otak depan) dan posterior (bagian belakang otak). Seharusnya kedua bagian otak ini bekerja dengan selaras. Namun, pada otak orang autisme, terdapat masalah koneksi pada bagian-bagian tertentu sehingga otak pun tak bisa bekerja secara sinkron.
Walaupun sedemikian rumitnya menyekolahkan dan mengajari penyandang Autisme Sekolah Luar Biasa (SLB) Permata Hati Manado Provinsi Sulawesi Utara sanggup dan mampu Menamatkan 3 siswanya tingkat sekolah menenga atas (SMA) pada tahun ajaran 2018-2019 dengan tinta emas dikarenakan ketiga siswa tersebut dua diantaranya langsung dipekerjakan dan satu lainya berencana akan masuk kejenjang perguruan tinggi.
Acara penamatan siswa-siswi SMA Luar Biasa Permata Hati Manado tahun ajaran 2018/2019 catat sejarah. Dimana SLB Permata Hati untuk pertama kalinya meluluskan 3 anak Autis, karena di anggap ketiga anak tersebut telah siap untuk melanjutkan karir mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Meski merupakan anak berkebutuhan khusus Autis, bagi mereka tidak menyurutkan langkah kaki dari ketiga anak Autis ini untuk berhenti.
Kelulusan ketiga anak Autis ini tentunya ada dorongan dan suport yang khusus dari orang tua, terlebih 12 Guru pengajar di SLB permata hati yang sangat setia mendampingi dengan hati bagaikan anak mereka sendiri”. Kata kepalah sekolah Carol Samola.
Ketiga anak Autis yang lulus tersebut bernama Rina Nuriyanti, Rizky Korompis dan Kevind Purnama.
Pertanyaan umum pun muncul disela-sela acara tersebut. Kalau sudah lulus, mereka (Anak Autis) mau dikemanakan? Kepalah sekolah SLB Permata Hati Carol Samola langsung merespon atas pertanyaan wartawan Bintangsulut.com tersebut, Samola menjawab setelah lulus, Anak-anak Autis ini akan dibekali dengan pendidikan Vokasi berupa kewirausahaan. Pengembangan Vokasi ini akan berjalan pada bulan Juli-agustus bersamaan dengan berjalannya semester 2, Pengembangan Vokasi ini memang sudah diprogramkan,” ucap Bendahara Umum Relawan Autis Provinsi ini.
Ketiga anak Autis ini seakan meruntuhkan penghalang dan menumpuk keberanian serta kegeniusan. Terbukti, Kevind Purnama akan melanjutkan studinya di Universitas Negeri Manado (Unima), Rina Nuriyanti akan dipekerjakan sebagai staf dibidang Perpustakaan SLB Permata Hati dan Rizky Korompis akan menjadi seniman di SLB Permata Hati sebagi pemain Keyboard sekaligus penyanyi maka saya harus katakan bahwa “Tuhan Tidak pernah menciptakan ciptaanya untuk Gagal, ketika kita manusia berusaha bertindak dan meminta Doa dengan ketulusan saya yakin Tuhan pasti jawab dengan OtoritasNya”. Kata wanita berparas ayu ini.
“Produk Tuhan tidak pernah gagal, mari kita bergandeng tangan membantu dalam kepedulian nyata bagi penderita autisme”. (Carol Samola Kepala Sekolah SLB Permata Hati Manado)
Terinformasi diacara penamatan tersebut SLB Permata hati telah membuat komite sekolah, dan yang hadir dalam acara tersebut semua murid dalam tingkatan SD, SMP, SMA, orang tua murid dan salah satu kabid dari dinas Pendidikan daerah Sulut serta komite sekolah.(Resa Sky)

Tinggalkan Balasan