BINTANGSULUT.COM – Pilkada serentak tahun 2020 mendatang, apakah itu untuk calon Gubernur maupun Bupati/ Walikota membuka peluang bagi partai Nasdem untuk merebut kekuasaan di berbagai tingkatan itu. Hasil Pileg kemarin boleh menjadi ukuran normatif bagi partai Nasdem. Meskipun ada sedikit perbedaan dimana pilkada pilihan politik relatif kurang, sementara pileg banyak pilihannya sehingga mempengaruhi perilaku pemilih. Jika mencermati peluang partai Nasdem tentu berpeluang besar dan sangat diperhitungkan oleh partai lain seperti PDIP, partai Nasdem dengan dukungan 7 (tujuh) Kepala Daerah juga memiliki kader kader terbaik yang memperoleh kursi diberbagai tingkatan sudah barang tentu memberi modal dan potensi besar dalam perebutan kekuasaan di Pilkada nanti”. Ucap DR Maxi Egeten sebagai pengamat politik dan dosen ini.

Di ingatkan pula oleh Egeten “Namun demikian patut dipertimbangkan untuk memasang kader terbaik di Pilkada terutama tingkat elektabilitas maupun ekspektasi publik serta identitasnya, Sebab….. masyarakat kita masih terpaku dengan  politik identitas, Misalnya di tingkat provinsi ada kader terbaik Nasdem seperrti Ely Lasut yang bisa menandingi Oly Dondokambey, karena memiliki elektabilitas tinggi, berpengalaman juga memilili kapabilitas intelektual dan sebentar lagi menjadi Bupati, Tinggal menyandingkan dengan kader muslim dari Bolmong, itu dipastikan bisa menandingi OD-SK, yang lainnya tentu menjadi pertimbangan Elit partai Nasdem didalamnya ibu Felly Runtuwene sebagai komando Partai, jangan salah menempatkan kader sebab bisa fatal nanti”. terang Dosen ini.

Ditambahkanya pula ” Ada tokoh politik Nasdem yang lain barangkali seperti GSVL Memiliki kekuatan dan potensi,  disamping masih menjabat Walikota Manado juga Ketua PKB GMIM dan panglima Tinggi Panji Yosua.Tetapi pak Viki masih belum teruji dan belum pengalaman di pilkada Gubernur Juga dalam beberapa ajang kontestasi politik lokal seperti pileg, kita tahu bersama ternyata GMIM tidak pernah menyatu. Bahkan terbukti banyak kader GMIM tidak berhasil. Ini menjadi pergumulan GMIM karena saya juga sekarang pengurus PKB GMIM di pokja (kelompok kerja) politik dan pengurus PY sinode GMIM jadi saya sedikit memahami kondisinya.

Egeten juga menyinggung mengenai PKB GMIM,  jadi’ meskipun dalam beberapa kali ajang kontestasi apakah pileg atau pilpres kurang menyatu, tetapi di Pilkada Gubernunr nanti PKB ini bisa solid dan membangun militansi yang kuat, tentu akan menguntungkan pak Vicky kalau beliau maju dalam pilkada Gubernur nanti,
walaupun saat ini PKB sebagai organisasi Gereja meskipun harus netral dan independen tetapi orang orangnya memiliki hak dan sikap untuk menentukan pilihan politiknya. Meskipun memang tidak gampang untuk menyamakan persepsi di tiap anggotanya.

Meskipun demikian saya katakan bahwa pak Vicky atasan saya ini di PKB punya peluang juga meskipun partai Nasdem harus lebih kerja keras lagi”. Ungkapnya. (Resa Sky)