Bintangsulut.com – Tragedi negatif bagi umat Manusia yang sulit untuk dirumuskan dengan akal sehat terjadi di salah satu SMK Swasta, di Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Dimana seorang siswa tega membunuh gurunya sendiri dengan 9 tikaman, “tragedi ini sangat mengemparkan bagi Rakyat Sulut, juga secara pribadi dan keluarga saya….” kata Wenny Lumentut anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara kepada awak media.
Diketahui, Siswa tersebut merasa kesal dengan teguran Gurunya yang melarang dirinya merokok sehingga siswa tersebut tega menikam gurunya sendiri hingga tewas. ” ini sejarah buruk bagi Sulut”. Tegas Lumentut.
Anggota DPRD Sulut, Wenny Lumentut pun angkat suara terkait masalah ini.
Ia meminta agar siswa pelaku penikaman guru Agama SMK Ichthus harus ditindak tegas sesuai UU yang berlaku.
“terkait masalah ini Apapun alasannya, ini tetap tindakan kriminal walaupun pelaku masih dibawah umur, tetap harus dihukum sesuai Undang-undang,” ucap mantan wakil Ketua DPRD Sulut ini. Rabu (23/10/19).
Tak hanya itu, WL pangilan akrabnya “juga menuturkan bahwa terkait masalah ini, Orangtua juga yang sangat berperan penting, karena orang tua yang membina, membangun karakter anak, hubungan emosional serta mengawasi anak lebih lama dibandingkan disekolah.
“Selaku anggota DPRD Sulut akan terus mendorong pemerintah provinsi Sulut khususnya di bidang pendidikan agar lebih pro aktif pendekatan kejiwaan/prilaku siswa agar tak ada benturan-benturan yang mengarah pada kriminal lagi, Dan saya menghimbau untuk Kepala-kepala sekolah yang ada di Sulut kiranya dapat berkaca lagi pada tragedi ini, dalam artian hubungan emosional antara siswa dan guru itu wajib di perhatikan, jangan cuma sibuk dengan urusan administratif. Contohnya, di era digital sekarang, anak lebih banyak memahami hal-hal lewat dunia Maya ketimbang dunia nyata, jika salah tangkap Hal ini dapat berujung dengan tindakan negatif, pemakaian gedget untuk anak/siswa harus diatur, agar lebih terarah ke tindakan-tindakan positif,” tutupnya.
(Resa Sky)

Tinggalkan Balasan