Bintangsulut.com, SULAWESI UTARA – Persoalan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara kembali menjadi perhatian serius DPRD Sulut. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Louis Schramm, secara tegas mengingatkan pentingnya peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di tengah dinamika ekonomi daerah.
Peringatan itu disampaikan Louis Schramm saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disnakertrans Sulut yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV DPRD Sulut, Senin (11/5/2026).
Dalam forum tersebut, legislator daerah pemilihan Kota Manado itu menyoroti angka pengangguran terbuka yang secara persentase terlihat stagnan setiap tahun. Namun menurutnya, jika dilihat dari pertumbuhan jumlah penduduk, angka pengangguran sebenarnya mengalami peningkatan.
“Pengangguran terbuka memang secara persentase kurang lebih sama setiap tahun, tetapi jumlah penduduk terus bertambah. Itu berarti jumlah pengangguran sebenarnya ikut meningkat,” tegas Louis Schramm.
Ia meminta agar data ketenagakerjaan benar-benar diperhatikan dan disusun secara akurat sebelum disampaikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) maupun kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Data ini harus benar-benar valid dan disampaikan ke BPS serta kepada gubernur sebagai bahan evaluasi kebijakan,” lanjutnya.
Tak hanya menyoroti pengangguran, Louis juga menyinggung kondisi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang menurut data terbaru BPS tidak lagi masuk dalam 15 besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh perangkat daerah, khususnya Disnakertrans yang memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas tenaga kerja dan penciptaan lapangan pekerjaan.
“Untuk pertama kali pertumbuhan ekonomi Sulut tidak masuk dalam 15 besar. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Louis Schramm menegaskan bahwa sektor ketenagakerjaan memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Disnakertrans diminta lebih agresif menghadirkan program pelatihan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta membuka peluang kerja yang mampu menjawab kebutuhan industri dan investasi di Sulut.
“Tenaga kerja punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi Disnakertrans harus lebih aktif dan inovatif,” tuturnya.
(Resa)

Tinggalkan Balasan