Bintangsulut.com, SULUT – Memilih dan memilah bahan pangan yang baik merupakan langkah awal menuju hidup sehat diri sendiri maupun keluarga.
Cara tentang pola hidup sehat ini terus ditanamkan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene kepada masyarakat Sulawesi Utara.
FER (sapaan akrabnya) sangat mengharapkan masyarakat agar mencari dan memilih bahan pangan yang baik rangka menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat sehingga terhindar dari virus atau penyakit yang rentan dialami.
Selain bahan pangan, lingkungan yang bersih, tempat pembuangan kotoran (Jamban) atau tempat mandi cuci kakus (MCK) serta air bersih penting juga menjadi perhatian masyarakat.
Hal ini disampaikan ketua komisi IX DPR-RI, Felly Estelita Runtuwene (FER) dalam sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat, dalam rangka masa reses DPR-RI, Senin (18/7) di Kelurahan Urongo, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.
Gerakan masyarakat hidup sehat diharapkan Felly Runtuwene dapat dimaksimalkan oleh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat paham tetang kesehatan supaya masyarakat dijauhkan dari virus atau penyakit yang saat ini berada di sekitar antara lain Covid19, Hepatitis maupun juga stunting untuk anak belia.
Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya menggalakan gerakan hidup sehat untuk masyarakat. Felly menyebut bahwa jika kesehatan masyarakat bisa terjaga, negara pasti menjadi kuat dan sejahtera.
“Karena kalau masyarakat sehat, bangsa jadi kuat,” Ungkapnya.
Karena kesehatan sangat mahal, Felly menegaskan agar masyarakat selalu menjaga diri terhindar dari penyakit.
“Hal yang sederhana bisa dilakukan adalah berolahraga. Olahraga tidak harus di tempat fitnes, dengan membersihkan lingkungan saja sudah cukup menguatkan antibodi kita jadi kuat,” Saran Felly.
Sementara itu, tak lupa anggota DPR-RI dari Sulawesi Utara ini berpesan agar supaya masyarakat bisa sadar membayar iuran BPJS.
“Karena BPJS ini yang akan mengcover kita ketika kita sakit. Kalau tidak punya BPJS harga pengobatan sangat mahal. Maka dari itu, mari bayar iuran BPJS kita,” Imbuhnya.
“Kesehatan itu mahal sekali. Jangan kita tawar seribu atau dua ribu rupiah, serta nanti kita keluar jutaan rupiah karena kesehatan kita,” Tegasnya.
Diketahui, sosialisasi ketua komisi IX ini didampingi oleh Direktorat Pelayanan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kepala KKP Kelas II Manado, Direktur RS Prof. Kandou Malalayang, Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, serta tenaga ahli DPR-RI Fendy Ratulangi sebagai koordinator kegiatan sosialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, juga disediakan gerai pelayanan vaksinasi bagi masyarakat yang belum vaksin. Baik kedua maupun ketiga (Booster).
(Resa)

Tinggalkan Balasan