Manado,BINTANGSULUT.COM – Pertambangan rakyat merupakan kegiatan yang sudah berlangsung sejak jaman Belanda di daerah Kalimantan, Bangka Belitung dan juga di daerah Sulawesi Utara.

perjuangan demi perjuangan dilakukan para penambang Rakyat untuk mendapatkan keabsahan dari pemegang otoritas dinegara yakni pemerintah, begitu pula para wakil Rakyat sebagai ujung tombak bagi penambang rakyat berjibako untuk mengoalkan keinginan konstituenya.

Begitu pula angota DPRD provinsi Suawesi Utara Ir. Julius Jems Tuuk dari fraksi PDI-Perjuangan bersikuku berjuang untuk para penambang Rakyat mendapatkan ijin pengelolaan secara mandiri.

Akhirnya….

Angin segar meliputi bagi penambang Rakyat di provinsi Sulawesi Utara, Hari ini kamis 7 januari 2021 telah disepakati oleh Komisi IV DPRD Propinsi Sulut, melalui rapat internal komisi,  Komisi empat akan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif terkait WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) yang nantinya akan berlaku diseantero Sulawesi Utara hal ini diungkapkan Ir. Jems Tuuk via Whatsaap.

Lanjut Tuuk, hal ini bertujuan untik Melindungi pekerja tambang, Melindungi Pemilik Lahan dan Amdal.

Tuuk juga berharap Semoga Ranperda ini dapat menjadi Perda dan menjadi Payung hukum bagi masyarakat penambang di tahun 2021, demi melindungi hak kedaulatan rakyat dan kewajiban Rakyat.

Sementara itu ketua komisi empat Braien Waworuntu saat diwawancarai oleh media memberikan penegasan dirinya dan seluruh personil komisi akan tetap berjuang dan mengawal agar Ranperda ini akan menjadi perda dikemudian hari.

” ini jelas, semua kepentingan rakyat menjadi skala prioritas sebagai wakil rakyat “. tegas BW panggilan akrabnya.

Seperti diketahui penambang Rakyat di Sulawesi Utara yang aktif berjumlah 170 ribu.

Sampai bulan desember kemarin penambang yang mengalami kecelakaan dan sampai korban kematian berjumla ratusan penambang.

Kegiatan pertambangan rakyat kadangkala menjadi masalah bagi pemerintah dan juga bagi perusahaan pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP), akhirnya masyarakat penambang berjuang sampai mendapatkan legitimasi terhadap mata pencaharian demi makan dan minum serta biaya sekolah anak-anak mereka.

(Resa Sky)