Manado, BINTANGSULUT.COM – Projek pembangunan Rehabilitas  anjungan provinsi Sulut di TMII Jakarta dari tahun 2018 lalu dengan memakan anggaran 60,5 miliar yang disubsidi oleh 15 kabupaten/kota dan pemerintah provinsi akhirnya mulai terkuak, dikarenakan pekerjaan pembuatan semrawut dan asal jadi, kini dikritisi oleh anggota DPRD Sulut lebih khusus pimpinan komisi tiga yang menjadi mitra pemprov. sebelumnya anggota DPRD dari fraksi partai Nasdem yang juga wakil ketua komisi tiga Stella Runtuwene menginterupsi disidang paripurna terkait hal ini, agaknya personil komisi tiga ini menjadi buka-bukaan apa yang terjadi di TMII waktu melakukan kunjungan kerja (kunker).

 

Sekretaris Komisi III dari Fraksi Golkar Yongkie Liemen menduga pembangunan anjungan Provinsi Sulut di taman mini indonesia indah (TMII) tersebut dimanfaatkan oknum tertentu untuk menguasai proyek yang dibangun sejak 2018 lalu.

“ Begini jadinya kalau memang ada oknum yang kuasai proyek tersebut tapi pekerjaannya dilakukan orang lain, istilahnya cuma pake orang laeng pe nama, tapi satu bos“ tandas Limen singkat saat memberikan konfirmasi ke awak media diruangan Stella Runtuwene kemarin siang 1/9’2020.

(Resa Sky)