BINTANGSULUT.COM – Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Utara Tineke Adam dalam Jumpa pers di kantor DPRD Sulut, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum berpengaruh secarah signifikan dalam pencapaian sektor perikanan dan kelautan walaupun di tengah wabah pandemik C-19 ini.
“Dinas Kelautan dan Perikanan sampai hari ini tetap eksis, nelayan-nelayan, kapal-kapal tetap melakukan aktifitas tidak ada pembatasan, seandainya Pemerintah melock Nelayan untuk cari ikan, Pastinya Rakyat tidak makan ikan, kita tahu bersama makan ikan dua kali lebih banyak dari biasanya akan membuat imun tubuh menjadi kuat”, kata Adam.
Adam juga tidak menampik kalau di sektor eksport ikan mengalami masalah oleh karena faktor Covid-19.
“Eksport keluar negeri memang harus kita pahami bersama, eksport kita ke Amerika dan Eropa yang lockdown cukup memukul eksportir kita.
Ini semua berpengaruh pada tenaga kerja di Sulut. dari eksportir Ikan Tuna yang agak berdampak, karena dari 92 unit prosesing di Sulut yang fresh and forzennya tunanya ada 23, dan ini yang terpukul karena negara tujuan eksport lockdown”, jelas Adam.
Tineke Adam pun berharap agar bila ada pihak-pihak terkait yang ingin memberikan bantuan bagi masyarakat agar supaya turut menyertakan ikan kaleng karena stock cukup banyak.
“Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan memohon buat Tim Gugus yang nanti ada bantuan sosial, tolong komoditas kita turut disertakan karena stock banyak, makan ikan juga meningkatkan imun tubuh untuk bisa melawan virus Covid-19”, ungkap Adam.
Adam sendiri turut menjelaskan bahwa ikan saat ini jumlahnya tetap seperti biasanya, hanya daya beli saja yang menurun dikarenakan banyak restaurant/rumah makan tutup sehingga harga ikan menurun.
(Resa Sky)

Tinggalkan Balasan