Manado, BINTANGSULUT.COM – Akhirnya perjuangan APRI dibawah pimpinan Ir. Jems Tuuk, Stenly Pakasi, dan Jimmy Tumiwa serta pengurus lainya yang tidak mengenal lelah di dua (2) tahun terakhir berbuah manis, mendapatkan respon dan dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey sebagai pemangku otoritas ditanah Sulut ini, keterkaitan dikembalikanya 51 IUP yang sempat dicabut oleh Gubernur pada 4 tahun lalu, dan saat ini dari 51 IUP dialihkan fungsi menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

“tahun depan ijin tambang Rakyat akan segera ter’realisasi, Syukur torang samua panjatkan kepada Tuhan, ini semua hasil kerja keras dan perjuangan yang tak perna mengenal lelah, Doa dan dukungan seluruh masyarakat penambang menjadikan saya dan teman teman pengurus tetap konsisten, karena yang selalu kami pikirkan adalah hak kedaulatan Rakyat dengan hati pri’kemanusiaan yang berdaulat, Rakyat lapar pasti bergejolak. ungkap Jems Tuuk Ketua APRI Sulut.

 

Dukungan Gubernur Olly Dondokambey kepada masyarakat penambang emas untuk mengelolah sendiri wilayah pertambangan rakyat di Sulawesi Utara mendapat apresiasi Asosiasi Penambang Rakyat (APRI) Sulut yang membawahi kurang lebih 170.000 penambang aktif di daerah ini.

Ketua APRI Sulut Ir. Julius Jems Tuuk mengatakan komitmen dan dukungan Gubernur terhadap masyarakat penambang menunjukan seorang pemimpin yang pro rakyat di tengah keterpurukan ekonomi akibat wabah pandemic covid 19 ini

Kami dari penguruas DPW  APRI Sulut mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur Olly Dondokambey terkait dengan dukungan terhadap penambang rakyat sejak empat tahun yang lalu melakukan pembatalan 51 Ijin Usaha Pertambangan (IUP) di semua wilayah Provinsi Sulawesi Utara itu akan dikembalikan menjadi wilayah pertambangan, “ kata Tuuk  yang juga  anggota DPRD Sulut  kepada wartawan Minggu, (6/12/20) malam.

“ Atas nama 170.000 penambang aktif di Propinsi Sulawesi Utara dan 500.000 keluarga besar APRI mengucapkan banyak terima kasih terkait dengan komitmen Pak Gubernur Olly Dondokambey ini dan kami berharap di tahun-tahun yang akan datang perwujudan dari harapan 170.000 penambang rakyat aktif  akan menjadi kenyataan. “ujar Ketua Apri Sulut Julis Jems Tuuk  Tuuk didampingi Sekretaris Stenly Pakasi, Bendahara, Jimmy Tumiwa, Melky Buatasik, Roy dan jajaran pengurus APRI lainnya.

JT sapaan akrabnya menambahkan, hal ini telah menjadi tuntutan dari masyarakat penambang yang ada di Dumoga Raya  Sangihe, Mitra (Ratatotok),  Minsel (Tokin, Picuan Tompso baru dan sekitarnya) Boroko, Tanoyan, Inobonto, Bintauna yang telah lama menanti kebijakan Gubernur untuk mewujudkan harapan para penambang rakyat.

Lanjutnya, bentuk dukungan Gubernur tersebut yakni ijin akan secepatnya diberikan setelah Peraturan Pemerintah (PP)  terkait UU no 3 tahun 2020 dimana kewenangan untuk mengeluarkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sudah ada ditangan Gubernur.

Saya berharap tahun 2021 akan terealsasi, “ tandasnya.

Disisi lain soal rekomendasi pembentukan WPR di Seluruh wilayah Sulawesi Utara yang telah ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD Sulut tanggal 5 Oktober 2020 hingga saat ini  tengah  berproses di Biro Hukum Pemprov Sulut.

Guna menindak lanjuti hal tersebut Tuuk mengatakan, tim kecil dari DPRD Propinsi akan berkonsultasi ke Kemenkopohukam, DPD RI, DPR RI dan Kementerian ESDM untuk meminta diskresi terhadap aturan yang ada.

“ Karena kondisi sampai hari ini rakyat  susah makan tetapi pemerintah tidak memiliki solusi lapangan kerja bagi masyarakat, disisi lain aturan ini masih mengikat. Oleh sebab itu sebagai wakil rakyat kami akan  meminta kepada pihak eksekutif supaya mengeluarkan diskresi terkait kondisi yang ada di tengah masyarakat yakni lapar, “ ucap tegas legislator Sulut ini.

Bahkan terinformasi sebelum jumpa pers disalah satu rumah makan ternama dikota Manado, Pengurus APRI telah melakukan rapat dengan pengurus wilayah kota Bitung yang turut hadir ibu Pricillia Rondo dan beberapa pengurus lainya.

(Resa Sky)