Bintangsulut.com, SULUT – DPRD Sulut menggelar Rapat paripurna Penyampaian/Penjelasan Gubernur Sulut terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 dan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2019, Senin (15/6) di Ruang Paripurna DPRD Sulut.
Rapat ini dilakukan secara fisik maupun Virtual dan tetap mengikuti Protokol Covid-19.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, yang didampingi para Wakil Ketua Vicktor Mailangkay, James Arthur Kojongian dan Billy Lombok tersebut dan dihadiri Wakil Gubernur Steven Oktavianus Estevanus Kandouw, Sekprov Edwin Silangen, Sekwan Glady Kawatu.
Penyerahan laporan pemandangan Umum Fraksi-fraksi, kemudian dilanjutkan dengan tanggapan Gubernur yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw.
“Saya memberi apresiasi terhadap kerja legislatif yang begitu mensuport pembahasan Ranperda APBD 2019 sehingga bisa ditetapkan menjadi Perda. Kerjasama ini diharapkan terus dilakukan dalam tujuan membangun Sulawesi Utara ke arah yang lebih baik,” ucap SK.
Lanjut Steven Kandouw, “Perlu diketahui penggunaan anggaran APBD dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O E Kandouw berhasil mendapatkan penilaian Opini WTP dari BPK secara berturut-turut. Dan untuk APBD 2019 ini dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4,1 triliun lebih dengan realisasi sebesar 3,4 triliun atau mencapai 95 persen lebih adalah upaya yang luar biasa. Ada banyak indikator penilaian yang mempengaruhi pelaksanaan APBD 2019, sehingga dianggap berhasil, dan hal ini adalah upaya bersama antara Eksekutif dan Legislatif,” ungkap Wakil Gubernur Steven Kandouw ini.
Sementara itu dalam paripurna Perda Pertanggungjawaban APBD 2019 Ini, Wakil Gubernur Steven Kandouw juga menanggapi pemandangan Umum Fraksi- Fraksi.
-Fraksi PDIP yang menyorot soal penurunan angka kemiskinan dari 8,98 persen turun menjadi 7,51 persen, menjadi terbaik di Wilayah Sulawesi, juga terkait pertumbuhan ekonomi yang mencapai angka 6 persen terjadi dari beberapa variabel seperti dari ekspor investasi, fraksi ini juga memberi apresiasi terhadap tenaga medis yangg terus berjuang menangani wabah Covid 19 di Sulut.
-Fraksi Partai Nasdem memberi 11 tanggapan terutama soal angka pengangguran diwilayah perkotaan diakui cukup tinggi, juga penggunaan silpa yang termanfaatkan dengab baik termasuk membiayai tahapan Pilkada 2020 sebesar Rp.360 Miliar.
-Fraksi Partai Golkar juga menyorot soal penyelesaian jalan Pinagoluman Labuan Uki, juga sektor pendidikan agar perlu mendapatkan perhatian.
-Fraksi Partai Demokrat yang menyorot soal penyerapan anggaran di SKPD, juga terkait sektor pendidikan dan Kesehatan, juga sektor Pertanian.
-Fraksi Nyiur Melambai menyorot soal pemanfaatan lahan yang menjadi aset pemprof yang tidak oprimal, juga bidang Pendidikan dan Kesehatan menjadi perlu mendapatkan perhatian.
(Resa)

Tinggalkan Balasan