Bintangsulut.com, BMR — Menjelang masa Purna Bakti pada tanggal 1 Oktober 2026, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendapatan Pendapatan Daerah (PPD) Samsat Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Stephanus Stenly Nangin, S.Kom., mengambil langkah proaktif dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui strategi Penelusuran (door to door) atau dengan istilah Jemput Bola, instansi ini mengandalkan pendekatan langsung ke masyarakat guna menekan angka tunggakan pajak kendaraan.

Kepala UPTD PPD Samsat Bolmutim, Stephanus Stenly Nangin menegaskan bahwa turun langsung ke lapangan merupakan instruksi serta atensi langsung dari Kepala Badan Pendapatan Daerah, June Silangen yang wajib dijalankan secara konsisten oleh seluruh pegawai.

“Salah satu pendorong penerimaan pajak ialah turun ke lapangan dengan melakukan penelusuran atau door to door,” ujar Stephanus saat dihubungi, Selasa (27/10).

Menurutnya, strategi ini terbukti jauh lebih efektif dibanding hanya menunggu wajib pajak datang ke kantor.

Berbekal data kendaraan yang ada, petugas secara berkala menyambangi kediaman warga yang tercatat menunggak pajak.

Langkah ini tidak sekadar menagih, tetapi juga berfungsi sebagai wadah edukasi mengingat banyak wajib pajak yang kerap lupa atau lalai memenuhi kewajiban mereka.

“Sejauh ini saya terus melakukan aksi turun ke lapangan dan ternyata hal itu sangat efektif, sehingga saya selalu perintahkan para staf dan pegawai untuk selalu turun lapangan,” imbuhnya.

Meski demikian, operasional lapangan tetap diatur secara terukur agar pelayanan di kantor tidak terganggu.

Stephanus memastikan, pelayanan loket pembayaran tetap berjalan optimal dengan menyiagakan satu hingga tiga orang pegawai di kantor setiap harinya.

Di samping penertiban pajak tahunan, kabar positif turut datang dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Stephanus mengungkapkan, angka pertumbuhan BBNKB di wilayah kerjanya saat ini tengah mengalami tren peningkatan yang sangat signifikan.

“Pa torang sekarang sedang tren dan meningkat drastis adalah BBNKB atau biaya kendaraan baru, angkanya bisa menyentuh hingga 100 persen lebih,” ungkapnya dengan nada optimis.

Lonjakan tajam pada sektor kendaraan baru ini, lanjut Stephanus, tidak terjadi begitu saja. Fenomena tersebut didorong oleh pemulihan dan peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) secara keseluruhan.

Selain faktor ekonomi masyarakat yang membaik, capaian gemilang ini juga merupakan hasil dari sinergi lintas sektoral yang terbangun erat.

Koordinasi dan komunikasi serta kerja sama yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow utara (Bolmut), dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dalam hal ini Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten bersama pihak UPTD Samsat menjadi kunci utama dalam mendongkrak penerimaan PAD dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, yang didalamnya terdapat Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk Pemerintah Kabupaten Bolmong, Bolmut dan Boltim.

“Tentu capain ini tidak terjadi dengan instan begitu saja, melainkan harmonisasi program hingga koordinasi kerja serta komunikasi menjadi kunci utama pada setiap capaian kinerja.” Tuturnya.

Dengan kombinasi strategi penelusuran langsung di tingkat akar rumput dan sokongan pertumbuhan ekonomi regional, Samsat Bolmutim optimistis tren positif penerimaan pajak ini akan terus berlanjut hingga penghujung tahun.

Perlu diketahui juga bahwa, pada laporan Realisasi Penerimaan Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.

Per tanggal 30 Bulan September 2026, UPTD Samsat Bolmutim berhasil merealisasi total presentasi penerimaan pajak sebesar 93.95 persen.

(Resa)