Bintangsulut.com, SULAWESI UTARA – Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan masa reses I tahun 2026.
Reses tersebut dimulai dari tanggal 29 sampai 31 maret 2026.
Tanggungjawab itu juga dilakukan oleh Ketua Komisi I DPRD Sulut, Braien Waworuntu. Dirinya turun menyerap aspirasi masyarakat di Dapilnya yakni Desa Rambunan kecamatan Sonder, Minahasa, Minggu (29/03/2026).
Kehadiran legislator muda ini disambut antusias warga yang datang dari berbagai desa untuk menyampaikan langsung keluhan serta kebutuhan mereka.
Dalam dialog terbuka bersama masyarakat Desa Rambunan, sejumlah persoalan strategis disampaikan.
Aspirasi masyarakat Desa Rambunan, Kecamatan Sonder, mengemuka dalam agenda penyerapan aspirasi yang melibatkan wakil rakyat. Warga secara kompak menyuarakan kebutuhan mendesak terkait pembangunan infrastruktur dasar, khususnya program betonisasi Jalan Lingkar Rambunan serta pengadaan air bersih.
Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Braien Waworuntu, yang hadir mendengarkan berbagai keluhan dan harapan masyarakat di wilayah tersebut.
Masyarakat menilai kondisi Jalan Lingkar Rambunan saat ini masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Selain menjadi jalur penghubung antarpermukiman, jalan tersebut juga berfungsi sebagai akses utama bagi aktivitas ekonomi warga, termasuk pertanian dan distribusi hasil kebun.
Namun, kondisi jalan yang belum sepenuhnya layak, terutama saat musim hujan, seringkali menghambat mobilitas masyarakat. Jalan yang berlumpur dan licin membuat aktivitas warga terganggu, bahkan berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, warga berharap adanya program betonisasi agar jalan menjadi lebih kuat, tahan lama, dan dapat digunakan sepanjang tahun tanpa kendala berarti.
“Jalan lingkar ini sangat penting bagi kami. Kalau sudah dibeton, tentu akan sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama untuk mengangkut hasil pertanian,” ungkap salah satu warga dalam pertemuan tersebut.
Selain infrastruktur jalan, persoalan air bersih juga menjadi perhatian utama masyarakat Rambunan. Warga mengaku hingga saat ini masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama pada musim kemarau.
Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh, yang tentu menyita waktu dan tenaga. Bahkan, dalam beberapa kasus, kualitas air yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi standar kebutuhan rumah tangga.
Oleh karena itu, masyarakat berharap adanya program pengadaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan, baik melalui pembangunan jaringan perpipaan, sumur bor, maupun sistem distribusi air lainnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, masyarakat berharap Braien Waworuntu dapat memperjuangkan kebutuhan mereka di tingkat legislatif Provinsi Sulawesi Utara.
Sebagai wakil rakyat, Braien diharapkan mampu mengawal usulan tersebut agar masuk dalam program prioritas pembangunan daerah, baik melalui pembahasan anggaran maupun koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten.
Warga menilai, keterlibatan anggota DPRD sangat penting untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah, sehingga aspirasi yang disampaikan tidak hanya berhenti pada tahap wacana, tetapi benar-benar terealisasi.
Aspirasi dari Desa Rambunan ini menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan masih menjadi kebutuhan utama yang harus terus diperhatikan.
Ketua Komisi I DPRD Sulut, Braien R. Waworuntu, memastikan seluruh masukan dan keluhan warga akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Semua aspirasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulut akan saya perjuangkan di lembaga legislatif. Untuk aspirasi yang masuk ranah Pemerintah Kabupaten Minahasa, akan saya teruskan ke fraksi kami di DPRD Kabupaten serta langsung ke pemerintah kabupaten,” tegas Ketua Komisi I DPRD Sulut.
Ia menambahkan bahwa reses bukan sekadar formalitas, melainkan sarana utama untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Berjuang bersama rakyat, mendengar suara rakyat, dan merealisasikannya untuk rakyat. Itu komitmen kami,” pungkasnya.
Dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta DPRD, masyarakat berharap pembangunan di wilayah Kecamatan Sonder dapat berjalan lebih merata, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan tepat sasaran di Sulawesi Utara.
(Resa)

Tinggalkan Balasan