Bintangsulut.com, SULUT – Gerak cepat ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menangani dampak erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (SITARO). Di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi para penyintas akhirnya tuntas dan siap dihuni.
Kawasan Huntap tersebut berdiri di atas lahan milik Pemprov Sulut seluas kurang lebih 10,6 hektar yang berlokasi di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Pembangunan ini menjadi solusi permanen bagi warga terdampak bencana yang sebelumnya harus menjalani masa pengungsian panjang dalam ketidakpastian.
Pada Jumat, 13 Februari 2026, warga terdampak resmi menempati rumah baru mereka. Dua hari sebelumnya, para penyintas berlayar dari lokasi pengungsian di Kota Bitung dan bersandar di Pelabuhan Torosik, Pinolosian, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju kawasan Huntap. Raut bahagia dan rasa syukur terpancar dari wajah mereka saat pertama kali memasuki hunian yang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimtan) Sulut, Ir. Alexander I. Wattimena, ST, M.Si, menegaskan bahwa komitmen gubernur tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga kepastian hukum bagi masyarakat. Lahan milik pemerintah provinsi dihibahkan dan diproses menjadi Sertipikat Hak Milik bagi warga terdampak guna menjamin keamanan dan kepastian kepemilikan.
“Bapak Gubernur mengawal langsung proses pembangunan Huntap melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI hingga tuntas. Tujuannya memastikan rumah yang ditempati benar-benar nyaman dan layak,” ujar Wattimena.
Selain unit rumah permanen, pemerintah juga membangun lima gereja, sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP, Puskesmas Pembantu, balai warga, lapangan mini soccer, tambatan perahu, fasilitas pengelolaan sampah berbasis Reduce-Reuse-Recycle, hingga sistem pengelolaan air minum tersertifikasi yang dapat langsung dikonsumsi.
Pemerintah berharap kawasan Huntap Desa Modisi bukan sekadar lokasi relokasi, melainkan titik awal membangun kehidupan baru yang lebih baik. Dengan infrastruktur lengkap dan dukungan penuh pemerintah, para penyintas erupsi Gunung Ruang kini memiliki harapan baru untuk menata masa depan yang lebih cerah di Sulawesi Utara.
(RESA)

Tinggalkan Balasan