BINTANGSULUT.COM – Pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Penyampaian/Penjelasan DPRD terhadap Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dan Ranperda tentang Pengendalian Sampah Plastik serta Pendapat Gubernur terhadap
Ranperda dimaksud sekaligus Tanggapan dan/atau Jawaban Fraksi
terhadap Pendapat Gubernur atas Ranperda tersebut, yang dilaksanakan pada hari Senin kemarin, tanggal 12 Juli 2021 dimulai 11.00 Wita
Tempat Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov. Sulut.

Ternyata ada insiden yang terjadi, menurut anggota DPRD dari fraksi PDI-Perjuangan Ir. Jullius Jems Tuuk insiden yang terjadi merupakan sebuah kesalahan yang tidak profesional oleh Sekretariat DPRD Sulut Glady Kawatu, Tim Sekwan khusus bagian persidangan sekaligus bagian hukumnya yang belum mampu mengeksekusi sesuai aturanKata Tuuk kepada wartawan bintangsulut.com via Whatsapp.

“Padahal yang hadir dalam sidang paripurna adalah Wakil Gubernur pak Steaven Kandouw, tidak etis apa yang terjadi saat paripurna ini, maka saat ini saya perlu melakukan langkah konkrit menanggapi insiden ini, dengan surat terbuka”. tegas JT sapaan akrabnya.

 

Yth ;
Pimpinan dan Anggota DPRD.

Saya kecewa dengan Paripurna ini sebab ….

5 Fraksi setuju Perda Inisiatif yang diajukan DPRD yaitu Ranperda Pengendalian Sampah Plastik dan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Disabilitas dibahas pada tingkat selanjutnya.

Namun … 4 Fraksi tidak mengajukan nama anggota Pansus. Disebabkan ke 4 Fraksi tidak mendapatkan informasi dari Tim Sekwan terkait usulan nama anggota Pansus.

Saya berpendapat bahwa ADA yang salah dengan support Sekwan, yaitu Ketidakmampuan memanage oraganisme dalam lembaga ini dan sumber daya manusia (SDM) dibawah standart.

Kejadian seperti ini menunjukan ketidakprofesional Tim Sekwan dalam mensupport pada job yang utama parlemen.

Sebab itu usulan saya perlu ada evaluasi lebih lanjut terkait kejadian seperti ini.

Kita ditertawakan oleh masyarakat Sulut dan para pegiat organisasi termasuk OSIS .

Kejadian ini sangat memalukan Lembaga Legislatif yang menghabiskan anggaran kurang lebih 120 M per tahun, bahkan dalam proses rapat paripurna mait dimatikan oleh admin IT sekwan, ada apa ini? tanya Tuuk.

Terima kasih🙏

Note :
Speaker di off oleh tim siber dalam rapat Paripurna.

Ditempat terpisah Sekretariat DPRD Sulut Glady Kawatu mengungkapkan rasa bersalahnya atas kejadian kemarin pada acara rapat paripurna tersebut.

Saya memohon maaf kepada bapak ir. Jems Tuuk atas ketidaknyamanan akan proses berjalanya rapat paripurna tersebut, bahkan seluruh anggota DPRD Sulut, Saya minta maaf”. Kata Kawatu singkat kepada wartawan bintangsulut.com via ponsel. Hari ini 13 juli 2021.

(Resa Sky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here